Probolinggo – Liputan5News.com
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan ke siswa SDN 1 Curahtulis Kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo menuai keluhan dari wali murid. Pasalnya, menu yang diberikan oleh pihak pengelola dapur SPPG Tongas Kulon dinilai tidak memenuhi kebutuhan gizi siswa.
Informasi yang dihimpun di lapangan, menu MBG yang diberikan kepada siswa untuk dua hari sekaligus, yakni Jumat dan Sabtu (13–14 Maret 2026), hanya berupa makanan sederhana dengan porsi yang dinilai tidak layak.
Adapun menu yang diterima siswa antara lain:
1.Buah pir
2.Kentang goreng lengkap dengan saus dalam kemasan mika plastik
3.Satu potong tempe dan satu potong tahu
4.Ayam goreng dengan ukuran sekitar tiga jari
5.Tiga buah kurma dalam kemasan plastik mika
Kondisi tersebut membuat sejumlah wali murid merasa kecewa karena menu yang diberikan dinilai jauh dari standar makanan bergizi.
Salah satu wali murid yang ditemui wartawan Liputan5News.com mengungkapkan kekecewaannya terhadap menu tersebut.
“Kalau menunya seperti itu, lebih baik tidak usah, Mas. Saya juga mampu memberi anak saya makanan seperti itu. Kalau kita beli sendiri mungkin tidak sampai Rp10 ribu,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan wali murid lainnya yang berada di lokasi saat itu. Mereka menilai program yang seharusnya membantu pemenuhan gizi siswa justru terkesan asal-asalan.
Sementara itu, temuan ini juga mendapat perhatian dari kalangan aktivis Probolinggo Barat. Mereka menilai pengelola program tidak boleh hanya mengejar keuntungan tanpa memperhatikan kualitas makanan yang diberikan kepada siswa.
Para aktivis juga berencana melaporkan persoalan tersebut kepada pemerintah daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan kajian apabila ditemukan menu MBG yang tidak sesuai standar.
“Kalau memang ada SPPG yang memberikan menu MBG tidak sesuai kebutuhan gizi, akan kami kaji. Jika terbukti tidak memenuhi standar, kami minta dapur MBG tersebut ditutup,” tegasnya.
Menurut salah satu aktivis Probolinggo Barat, kejadian ini bukan pertama kali terjadi. Menu serupa disebut juga pernah diberikan pada minggu sebelumnya.
“Seharusnya itu menjadi bahan evaluasi. Kenapa masih diulang lagi dengan menu yang sama,” ujarnya.
Para aktivis menyatakan akan menjadikan temuan ini sebagai bahan laporan agar pengelolaan dapur SPPG Tongas Kulon dapat dievaluasi dan diperbaiki sesuai standar program Makan Bergizi Gratis dari pemerintah pusat.(tim)
