Probolinggo – Liputan5News.com
Maraknya aksi pencurian sapi di Desa Tigasan Wetan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, membuat warga resah. Hingga kini, kasus kehilangan ternak yang kerap terjadi belum juga menemukan titik terang.
Kepala Desa Tigasan Wetan, Nasan, secara tegas mempertanyakan kinerja aparat kepolisian, khususnya Polres Probolinggo, yang dinilai belum mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Warga kami terus menjadi korban pencurian sapi. Namun sampai sekarang belum ada pengungkapan yang jelas. Padahal kerugian warga tidak sedikit,” ujar Nasan saat ditemui, Jumat (27/3/2026).
Menurutnya, dalam beberapa kejadian, warga bahkan kehilangan lebih dari satu ekor sapi dalam satu waktu.
Ia mencontohkan kasus yang dialami Sanin pada 28 Februari 2026 yang kehilangan dua ekor sapi, yakni sapi jantan merah tanpa tanduk dengan perkiraan harga Rp19 juta, serta sapi betina merah berkepala putih dengan nilai sekitar Rp23 juta.
Selain itu, Selamet, warga setempat, juga kehilangan satu ekor sapi betina pada 26 Maret 2026 sekitar pukul 00.30 WIB. Sapi tersebut memiliki ciri-ciri berwarna merah kekuningan dengan tanduk melengkung ke bawah, dengan taksiran kerugian sekitar Rp17 juta. Hingga kini, kedua kasus tersebut belum berhasil diungkap.
Nasan mengungkapkan, laporan kehilangan ternak telah berulang kali disampaikan kepada pihak berwajib. Namun, menurutnya, belum ada hasil yang signifikan.
“Bukan hanya kasus sapi, sebelumnya warga kami, Aryanto, juga pernah kehilangan uang Rp130 juta, perhiasan puluhan juta, serta lima unit handphone. Sampai sekarang juga belum ada kejelasan,” tambahnya.
Ia juga menyinggung informasi penangkapan seorang terduga pelaku pencurian oleh pihak kepolisian pada 18 Maret 2026. Namun hingga kini, belum ada rilis resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan kasus tersebut.
Merasa belum mendapatkan perlindungan maksimal, Pemerintah Desa Tigasan Wetan mengaku telah melayangkan surat resmi kepada Polda Jawa Timur dan Mabes Polri guna meminta perhatian serta pengawasan terhadap kinerja aparat di wilayahnya, termasuk jajaran Polsek Leces.
“Kami hanya ingin masyarakat merasa aman. Kami berharap ada tindakan nyata dari aparat penegak hukum agar kasus ini segera terungkap,” tegas Nasan.(tim)
