Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Kiai Mujib Apresiasi Kepedulian Wabup Sidoarjo Beri Kaki Palsu untuk Santri Korban Mushola Runtuh


Liputan5news.com - Sidoarjo. Kepedulian Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana yang memberikan bantuan kaki palsu kepada santri korban runtuhnya mushola di Pondok Pesantren Al Khoziny mendapat apresiasi dari pengasuh pesantren. Bantuan tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi kesehatan dan masa depan santri.


Pengasuh utama Ponpes Al Khoziny Buduran, KH R. Abdus Salam Mujib, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian yang diberikan kepada santri mereka. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti bagi pemulihan salah satu santri yang menjadi korban.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wabup Mimik Idayana yang sangat memperhatikan kesehatan dan kebutuhan santri Pondok Pesantren Al Khoziny, dalam hal ini memberikan bantuan kaki palsu,” kata Kiai Mujib usai kegiatan buka puasa bersama di Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo, Sabtu (14/3/2026).


Ia berharap kepedulian tersebut menjadi amal baik bagi Wakil Bupati Sidoarjo beserta keluarganya. Bantuan itu juga diharapkan mampu membantu santri yang menjadi korban agar kembali menjalani aktivitas seperti biasa.


“Mudah-mudahan dibalas oleh Allah dan menjadi amal saleh bagi ibu dan keluarga,” ujarnya.


Kiai Mujib juga menjelaskan kondisi para santri pascakejadian. Sebagian besar santri sudah mulai kembali ke pesantren, meski beberapa di antaranya masih menjalani proses pemulihan kesehatan.


Meski demikian, pihak pesantren memastikan proses pendidikan tetap berjalan agar para santri tidak tertinggal pelajaran.


“Santri sudah mulai masuk, sebagian masih memulihkan kesehatan mereka. Namun dari pesantren tetap memberikan materi pelajaran,” jelasnya.


Putra dari KH Abdul Mujib Abbas ini menambahkan, saat masa ujian berlangsung beberapa waktu lalu, para santri yang masih menjalani pemulihan tetap mendapatkan soal ujian dari pesantren.


“Termasuk saat ujian kemarin kami tetap mengirim soal kepada mereka, sehingga hak santri untuk mendapatkan pendidikan tetap terpenuhi," pungkasnya.(Yanti)