Pasuruan —liputan5news .com Selasa, 31 Maret 2026
Aktivitas truk pengangkut pasir milik PT INDRA BUMI SENTOSA kembali menuai sorotan. Perusahaan tersebut diduga mengabaikan aturan jam operasional, dengan tetap beroperasi tanpa memperhatikan kenyamanan warga di wilayah Sebalong, Sanganom, dan Watestani.
Keluhan warga semakin memuncak. Salah satu warga Sebalong berinisial NR, yang sempat membuntuti kendaraan pengangkut pasir dan mendokumentasikan aktivitas tersebut, menyampaikan kekecewaannya.
“Tambang pasir ini semakin lama semakin berkuasa dan mengabaikan peraturan. Jangan mentang-mentang dibackingi Doni lalu seenaknya. Sebalong ini bukan hanya milik Doni. Jangan sok berkuasa, hargai masyarakat,” ujarnya dengan nada geram.
NR juga menyoroti dampak langsung terhadap masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sepanjang jalur angkutan tambang.
“Hampir 3.000 jumlah penduduk, dan sekitar 30% tinggal di pinggir jalan. Kami juga butuh istirahat. Polsek Nguling dan Polresta Pasuruan jangan tutup mata dan telinga.
Kami tidak pernah ribut soal jalan, meskipun setiap hari harus makan debu. Tapi tolong pahami aturan,” tegasnya.
Tak hanya itu, warga juga berencana membawa persoalan ini ke instansi terkait.
“Gambar ini akan kami kirimkan ke DLH Pasuruan. Kami ingin melihat sejauh mana keberanian pemerintah dan aparat penegak hukum Pasuruan dalam mengambil tindakan tegas,” imbuhnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PT INDRA BUMI SENTOSA maupun aparat setempat terkait dugaan pelanggaran jam operasional tersebut.(tim)
