Liputan5news.com - Sidoarjo. SMA Al Muslim menggelar giat brand audit sampah plastik bekerja sama dengan Ecoton (Ecological Observation and Wetlands Conservation) dalam rangka menyambut sekolah bersih, Ramadan Hijau, sekaligus memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2026. Brand audit sampah di TPS Al Muslim dilakukan guna mengungkap dominasi kemasan plastik sekali pakai dengan membaca jejak industri di balik kemasan yang acap kali luput dari perhatian warga sekolah. Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga lingkungan dan mendukung terwujudnya Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) sesuai anjuran Gubernur Jawa Timur. Jumat (20/2/2026).
Pelibatan langsung sebanyak ±40 kader lingkungan dari jenjang SD, SMP, dan SMA Al Muslim berkolaborasi mengumpulkan, memilah, mencatat merek-merek sampah plastik yang ditemui dalam tumpukan sampah sekolah. Hasilnya terkumpul sebanyak 357 potong sampah plastik dari berbagai merek. Para siswa menganalisis jenis serta produsen sampah plastik yang paling banyak dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Melalui brand audit, para siswa diajak memahami bahwa sampah plastik yang mereka hasilkan memiliki jejak dan tanggung jawab produsen yang perlu disuarakan.
Selaras dengan ayat Al Quran surat Al A’raf ayat 56 artinya “Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.”
Selama kegiatan berlangsung, para siswa dibagi dalam beberapa kelompok. Data yang diperoleh dan dianalisis bersama untuk melihat pola konsumi dan jenis kemasan yang paling dominan. Hasil analisis dari audit diharapkan menjadi dasar kampanye pengurangan sampah plastik sekali pakai di lingkungan sekolah. Sebelumnya, tim Ecoton memberikan edukasi kepada para siswa mengenai dampak sampah plastik terhadap tubuh manusia dan ekosistem. Plastik yang tidak terkelola dapat terurai menjadi mikroplastik yang mencemari lingkungan bahkan makanan manusia.
Kepala SMA Al Muslim, Dr. Mahmudah, S.Ag. M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai momentum menanamkan kesadaran dan kepedulian lingkungan terhadap siswa. “Kalau kita sadar sampah itu masalah, kita bisa mencari solusi, maka perlu dikenalkan sejak dini. Cara paling efektif dengan mengurangi sampah plastik sekali pakai, penggunaan botol minum dan alat makan pribadi, dan penguatan program bank sampah sekolah. Bertepatan menyongsong bulan Ramadan merupakan momentum untuk membersihkan hati, fisik, tentu saja lingkungan,” kata beliau.
Kegiatan yang disambut antusiasme para siswa ditutup dengan sesi visualisasi gagasan dan kampanye. Para siswa menuangkan pesan lingkungan melalui poster ditujukan bagi warga sekolah. Pesan utamanya tergambar jelas: kurangi plastik sekali pakai, mulai dari sendiri di bulan Ramadan. Suara kecil itu diharapkan berbuah keteladanan dan tanggung jawab bersama atas persoalan sampah plastik. Dengan langkah kecil yang dilakukan konsisten, SMA Al Muslim percaya bahwa perubahan besar dapat terlaksana. Semangat Ramadan Hijau dan Hari Peduli Sampah Nasional menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama menuju lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(Yanti)



