Liputan5news.com - Sidoarjo. Anggota DPRD Sidoarjo, Warih Andono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Desa Karangbong menyusul banyaknya keluhan warga soal lambatnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi jalan utama yang kerap macet.
“Banyak warga mengadu bahwa Jalan Raya Karangbong sudah tidak layak untuk arus dua arah. Kendaraan sampai saling ngepres,” kata Warih saat sidak.
Ia menjelaskan, pelebaran jalan utama sulit dilakukan karena harus melalui pembebasan lahan. Selain itu, pengerjaan jalan diprediksi bakal mengganggu aktivitas perusahaan di sekitar lokasi.
Karena itu, Warih menawarkan solusi alternatif: memanfaatkan jalur industri yang sudah ada sebagai akses baru. Menurutnya, jalur tersebut hanya perlu dipadatkan dan dibeton tanpa harus membebaskan lahan.
Satu-satunya alternatif adalah membuka jalan industri. Panjangnya sekitar 1,4 kilometer, lebar 7–8 meter. Secara teknis lebih cepat dan murah karena tidak perlu box culvert, di sisi jalan sudah ada sungai,” jelasnya.
Terkait anggaran, Warih menyebut akan dibahas dengan konsultan agar hitungannya tepat. Pengerjaan diperkirakan bisa dimulai pada 2027. “Kalau APBD kurang, insyaallah saya siapkan dari pokir saya,” ujarnya.
Ia menilai pembangunan jalan industri tidak memiliki hambatan berarti. “Paling hanya memindah gardu listrik. Kalau pelebaran Jalan Karangbong justru lebih rumit karena harus membebaskan lahan dan waktu pengerjaannya lama,” tambahnya.
Warih berharap jalur industri nantinya bisa mengatur arus lalu lintas satu arah: kendaraan masuk melalui jalur industri dan keluar lewat Jalan Raya Karangbong. Skema ini diyakini dapat mengurangi kemacetan yang selama ini terjadi.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengumpulkan perusahaan di kawasan tersebut untuk membahas kemungkinan dukungan CSR. “Kita ingin perusahaan ikut gotong royong. Pemerintah wajib hadir memberi solusi,” ujarnya.
Kepala Desa Karangbong, Moch Bambang Asmuni, membenarkan kondisi kemacetan yang kerap terjadi. “Saat jam sibuk, arus warga bertemu dengan kendaraan besar dari pabrik. Kadang sampai terjadi kecelakaan meski tidak ada korban,” katanya.
Ia berharap alternatif jalur industri bisa segera direalisasikan agar mobilitas warga lebih aman dan lancar.(Yanti)

