Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Banjir Genangi Jalan Pantura Nasional Surabaya–Probolinggo di Depan Kantor Desa Banjarsari

Probolinggo, Liputan5News.com – Banjir menggenangi Jalan Pantura nasional yang menghubungkan Surabaya dan Probolinggo, tepatnya di sebelah timur pabrik Alamo dan di depan Kantor Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Selasa (17/2/2026).

Genangan air menutupi sekitar separuh badan jalan nasional tersebut dengan ketinggian diperkirakan mencapai 50 cm. Lokasi banjir berada di sekitar pertigaan depan Kantor Desa Banjarsari dan minimarket Alfamart, sehingga mengganggu arus lalu lintas kendaraan yang melintas di jalur utama Pantura tersebut.

Menurut keterangan warga setempat, banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Probolinggo dan sekitarnya sejak Senin malam hingga dini hari. Intensitas hujan yang tinggi dan berlangsung lama menyebabkan air meluap dan menggenangi jalan.

“Semalam hujan sangat lebat dan lama, akhirnya banjir di sini. Sebenarnya lokasi ini memang sering banjir karena drainase tidak berfungsi maksimal, ditambah posisi jalan lebih rendah dan menjadi titik pertemuan aliran air dari tiga arah,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Tidak hanya menggenangi jalan, air juga hampir memasuki area Kantor Desa Banjarsari. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sistem drainase di sepanjang Jalan Pantura Surabaya–Probolinggo dinilai kurang optimal dan diduga belum pernah dilakukan normalisasi secara maksimal sejak pembangunan jalan tersebut selesai. Akibatnya, setiap musim hujan, genangan air kerap terjadi di beberapa titik rawan.

Warga berharap pihak terkait, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, segera melakukan perbaikan dan normalisasi saluran drainase agar banjir tidak terus berulang dan membahayakan pengguna jalan.

Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di sebagian badan jalan, sementara kendaraan terpaksa melintas secara bergantian dengan kecepatan rendah untuk menghindari risiko kecelakaan.(has)