Liputan5news.com - Sidoarjo. Menyambut peringatan Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo ke-167, Wakil Ketua DPRD Sidoarjo dari Fraksi Golkar, Warih Andono, menyampaikan sejumlah harapan agar pembangunan di Sidoarjo terus bergerak ke arah yang lebih tertata. Ia juga mengapresiasi berbagai kemajuan yang telah dicapai pemerintah daerah dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam suasana menyambut Harjasda, Warih menilai momen ini tepat untuk kembali menegaskan prioritas pembangunan, terutama terkait persoalan persampahan. Ia berharap setiap desa dapat memiliki TPST 3R sebagai langkah mempercepat penanganan sampah dari hulu, mengingat TPA Jabon kini sudah tidak optimal menampung beban limbah harian masyarakat.
"Kalau tiap desa punya TPST, penanganan sampah akan jauh lebih terdistribusi. Ini menjadi investasi lingkungan untuk masa depan Sidoarjo,” ujarnya.
Penanganan Banjir: Embung hingga Kepatuhan Pengembang
Selain sampah, Warih memberi perhatian besar pada isu banjir yang masih sering terjadi di sejumlah titik, terutama saat curah hujan tinggi. Ia menilai penanganan banjir di Sidoarjo tidak bisa hanya mengandalkan normalisasi sungai atau saluran sekunder, tetapi perlu didukung infrastruktur resapan air di kawasan permukiman dan industri.
ia menilai pemerintah perlu lebih tegas mewajibkan pengembang menyiapkan embung-embung resapan sebagai bagian dari desain pembangunan. Embung tersebut dapat berfungsi menahan limpasan air hujan, mengurangi risiko genangan, sekaligus membantu mempercepat infiltrasi ke dalam tanah.
“Jangan hanya imbauan. Harus menjadi regulasi jelas dalam perbup, supaya setiap pengembang wajib menyediakan persentase tertentu untuk embung. Ini penting mengingat banyak kawasan baru yang berkembang pesat,” jelasnya.
Menurut Warih, pembangunan embung dan ruang terbuka hijau berbasis resapan akan membantu mengurangi tekanan pada saluran drainase kota yang kapasitasnya memiliki batas. Selain itu, embung dapat menjadi elemen ekologis yang bermanfaat bagi warga sekitar.
Pengawasan Proyek Harus Lebih Ketat
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan pembangunan. Setiap titik proyek, kata Warih, idealnya diawasi satu konsultan agar pekerjaan benar-benar sesuai spesifikasi dan terhindar dari selisih volume maupun temuan di kemudian hari.
“Kalau satu pengawas pegang beberapa titik, kualitasnya pasti jauh dari ideal,” ungkapnya.
Dorongan Betonisasi untuk Efisiensi
Di bidang infrastruktur jalan, Warih kembali mendorong perluasan betonisasi. Menurutnya, kualitas beton lebih tahan lama dibanding aspal yang sering rusak saat musim hujan, sehingga anggaran pemeliharaan bisa dialihkan ke pembangunan lain.
Harapan untuk Sidoarjo ke Depan
Mengakhiri keterangannya, Warih mengajak pemerintah daerah dan masyarakat bersama-sama menjaga keberlanjutan pembangunan di Kota Delta.
"Selamat Hari Jadi Sidoarjo ke-167. Semoga langkah-langkah ke depan membuat Sidoarjo semakin nyaman, aman dari banjir, dan terus berkembang untuk kesejahteraan warganya,” pungkasnya.(Yanti)

