Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Proyek Bendung Sumber Kareng Ambruk 25 Hari Usai Dikerjakan, CV ALQ Perkasa Disorot

Probolinggo – Liputan5News.com
Proyek perbaikan Bendung Sumber Kareng (DI Pakis) yang berlokasi di Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, kini menuai sorotan tajam publik. Pasalnya, proyek yang baru rampung sekitar 25 hari lalu tersebut kini ambruk parah.

Proyek tersebut dikerjakan oleh CV ALQ Perkasa Baru dengan nomor kontrak 000.3.3/31052/104.6.08/2025, dengan nilai anggaran yang tergolong besar yakni Rp943.295.911,00.
Pekerjaan berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jawa Timur, melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Welang–Pekalen, Pasuruan.

Namun sangat disayangkan, proyek yang menelan anggaran hampir Rp1 miliar tersebut kini mengalami kerusakan berat dan dinilai gagal fungsi.

Diduga Akibat Kualitas Pekerjaan Buruk

Menurut keterangan warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, ambruknya bangunan bendung tersebut bukan disebabkan banjir besar maupun faktor alam.

“Sungai ini jarang sekali terjadi banjir besar, karena hulunya hanya sungai lokal,” ujar warga.
Hal senada disampaikan Ketua LSM Tamperak DPW Jawa Timur, Sudarsono, SH, yang menilai kerusakan proyek tersebut murni akibat buruknya kualitas pekerjaan.

“Ini bukan karena banjir atau cuaca ekstrem. Penyebab utamanya adalah kualitas pekerjaan yang sangat buruk,” tegas Sudarsono.
Ia menilai kondisi bangunan sejak awal memang sudah terlihat tidak maksimal dan tidak sesuai dengan standar teknis.
Akan Dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum

Atas temuan tersebut, LSM Tamperak Jawa Timur memastikan akan melaporkan proyek ini ke aparat penegak hukum.

“Kami akan melaporkan temuan ini ke Kejaksaan. Kami juga meminta BPK dan Inspektorat Provinsi Jawa Timur segera melakukan audit secara rinci,” tegasnya.

Menurut Sudarsono, besarnya anggaran yang digunakan tidak sebanding dengan kualitas hasil pekerjaan.

“Anggarannya hampir satu miliar rupiah, tapi kualitasnya sangat buruk. Kami menduga kuat adanya indikasi korupsi dalam proyek ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV ALQ Perkasa Baru maupun Dinas PU SDA Provinsi Jawa Timur belum memberikan klarifikasi resmi terkait ambruknya proyek Bendung Sumber Kareng tersebut.(has)