Lumajang – Liputan5News.com
Seorang warga Dusun Krajan, Desa Barat, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, nyaris kehilangan nyawa setelah menjadi korban dugaan percobaan pembunuhan berencana yang dilakukan oleh delapan orang pelaku. Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (24/1/2026) sekitar pukul 05.30 WIB di rumah orang tua korban.
Korban diketahui bernama Adi Prasetyo (35). Ia mengaku diserang secara brutal oleh terduga pelaku berinisial “N” bersama tujuh orang temannya yang diduga merupakan warga Desa Banjarwaru, Kecamatan dan Kabupaten Lumajang.
Menurut keterangan korban, saat kejadian dirinya sedang duduk di teras rumah orang tuanya yang berada di Dusun Tekik. Tanpa alasan yang jelas, delapan orang tersebut tiba-tiba datang dan langsung melakukan pengeroyokan.
“Mereka datang tanpa bicara apa-apa, langsung memukul saya secara membabi buta,” ujar Adi kepada awak media, Senin (26/1/2026).
Melihat anaknya diserang, ayah kandung korban, Tohir, sempat berusaha melerai. Namun aksi pelaku justru semakin brutal. Terduga pelaku “N” mengeluarkan senjata tajam jenis pisau dan berupaya menusuk korban.
Beruntung, Adi berhasil menghindar dan mencoba menyelamatkan diri. Namun nahas, pisau tersebut sempat dilempar oleh pelaku dan mengenai bagian punggung korban.
“Saya tidak pernah punya masalah dengan mereka. Tapi tiba-tiba saya diserang seperti ini. Bahkan sebelumnya saya mendapat ancaman lewat pesan WhatsApp dari ‘N’. Sekitar satu jam setelah ancaman itu, mereka datang dan mengeroyok saya dengan senjata tajam,” ungkapnya.
Pasca kejadian, korban bersama keluarganya langsung meminta pendampingan kepada LSM GMPK (Gerakan Masyarakat Peduli Keadilan) untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Lumajang.
Laporan resmi telah diterima oleh pihak kepolisian melalui SPKT Polres Lumajang dengan nomor:
STTLP/B/18/I/2026/SPKT/POLRES LUMAJANG/POLDA JAWA TIMUR,
tertanggal 26 Januari 2026 pukul 12.21 WIB.
“Saya dan keluarga memberikan kuasa penuh kepada LSM GMPK untuk pendampingan hukum. Kami berharap pelaku diproses sesuai hukum karena ini sudah jelas mengarah pada percobaan pembunuhan,” tegas Adi.(*)
