Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Ketua TP. PKK Kabupaten Sidoarjo Ajak Ibu-ibu Ciptakan Keluarga Tangguh di Era Digital


Liputan5news.com - Sidoarjo. Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, mengajak para ibu untuk berperan aktif menciptakan keluarga tangguh sebagai benteng utama dalam mendidik anak di tengah tantangan era digital dan globalisasi. Ajakan tersebut disampaikannya dalam kegiatan edukasi parenting yang digelar TP. PKK Kabupaten Sidoarjo melalui Pokja II di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (13/1/2026).


Kegiatan parenting bertema “Keluarga Tangguh Mendidik Anak Berkarakter, Terampil, dan Mandiri di Era Tantangan Zaman” itu diikuti oleh perwakilan PKK kecamatan dan desa se-Kabupaten Sidoarjo, perwakilan Fatayat, Muslimat, serta Gabungan Organisasi Wanita (GOW).


Dalam sambutannya, Sriatun Subandi menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, penanaman nilai moral dan etika harus dimulai sejak dini dari dalam keluarga.


“Anak yang baik kuncinya ada di keluarga. Dari keluargalah nilai moral dan etika ditanamkan sejak dini,” ujarnya.


Ia menambahkan, di era digital dan globalisasi saat ini, tantangan mendidik anak semakin kompleks seiring derasnya arus perkembangan teknologi. Kondisi tersebut menuntut peran orang tua, khususnya ibu, untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri.


Sriatun menekankan bahwa ibu memiliki peran strategis sebagai pendidik utama sekaligus teladan bagi anak-anaknya. Ia juga mengingatkan pentingnya literasi media sosial dan pengawasan penggunaan gawai agar orang tua tidak terlambat dalam mendampingi anak di ruang digital.


“Ibu harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan menjadi contoh yang baik bagi anak-anaknya, termasuk dalam penggunaan teknologi dan media sosial,” tegasnya.


Berdasarkan hasil survei Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Sriatun mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak justru paling banyak terjadi di lingkungan keluarga.


“Beberapa survei menunjukkan kekerasan bisa terjadi di sekolah, tempat umum, maupun rumah. Namun yang terbanyak adalah di rumah sendiri. Tidak ada jaminan keluarga mampu atau tidak mampu terbebas dari kekerasan, termasuk kasus bullying,” jelasnya.


Melalui kegiatan edukasi parenting ini, Sriatun berharap para perempuan dan ibu dapat menjadikannya sebagai ruang belajar bersama untuk terus memperbaiki pola asuh terhadap putra-putrinya.


“Di tahun 2026 ini, saya mengucapkan selamat mendidik putra-putri kita menjadi generasi yang religius, cerdas, dan berakhlakul karimah,” ucapnya.


Ia juga mengingatkan pentingnya menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, kemandirian, empati, dan rasa percaya diri kepada anak sebagai bekal menghadapi masa depan.


“Saya berpesan kepada ibu-ibu, ayo kita perkuat ketahanan keluarga dengan menciptakan lingkungan rumah yang penuh kasih sayang agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, baik secara fisik, mental, maupun spiritual,” pungkasnya.


Kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Fajar Shiddiq, kepala sekolah sekaligus guru spiritual, serta Nishrina Khamida, M.Psi., Psikolog, yang memberikan materi tentang penguatan karakter anak dan pendekatan psikologis dalam pola asuh keluarga di tengah tantangan zaman. (Yanti)