Pasuruan, Liputan5News.com: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Pasuruan diduga terlibat dalam kegiatan kesenian fiktif yang menghabiskan dana miliaran rupiah. Kegiatan yang seharusnya mempromosikan kebudayaan lokal ini ternyata hanya ada di atas kertas.ungkap Lukman hakim ketua Garda Pantura usai lakukan audiensi.
Lukman Menyatakan bahwa berdasarkan hasil investigasi oleh timnya , kegiatan kesenian yang diadakan oleh Dinas pendidikan dan kebudayaan saat tahun 2025 lalu ,dimana kini bidang kebudayaan masuk pada dinas Pariwisata dan Kebudayaan tersebut tidak benar-benar dilaksanakan."memang ada bukti dokumentasi kegiatan seperti Poto kegiatan ISHARI dikelurahan Gondang wetan ditunjukkan ke kita saat audiensi hari ini .namun untuk Poto kegiatan ISHARI didesa brambang tidak ada "kita meragukan bahwa tidak ada anggaran lain dan dinas lain yang melakukan kegiatan yang sama di kelurahan Gondangwetan saat itu.ungkap Lukman.
"Ini adalah kasus yang sangat memprihatinkan. Dana yang seharusnya digunakan untuk mempromosikan kebudayaan lokal malah digunakan untuk keperluan lain yang tidak jelas," dan data keseluruhan besaran anggaran tiap titik lokasi penyelenggaraan kesenian di kabupaten Pasuruan oleh bidang kebudayaan tersebut sudah kita kantongi ,dan kita akan telisik satu persatu nantinya .ungkap pria yang biasa dipanggil Gus Lukman ini pada media ini.
Sementara,dalam audiensi yang dilaksanakan hari ini di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Pasuruan telah membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa kegiatan kesenian tersebut benar-benar dilaksanakan. Namun, hingga saat ini, tidak ada bukti yang dapat membuktikan kebenaran pernyataan tersebut.
"Kegiatan kesenian Hadrah yang rencananya dilaksanakan di desa Brambang kecamatan Gondang wetan itu dipindah ke kelurahan Gondangwetan karena desa brambang dinilai tidak memiliki tempat yang cukup luas.dan satu lagi anggaran kesenian tersebut tidak sepenuhnya sebesar Rp.100.000.000 , seperti pada rencana pengadaan umum tersebut."ada sisa anggaran dan itu kita SILPA kan .ungkap Ika,Kabid kebudayaan pada dinas pariwisata dan kebudayaan kabupaten Pasuruan diruang audiensi bersama Garda Pantura,kamis ,29/1/2025.siang. (ze)
