Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Proyek Pemasangan Guardrail dan PJU Ruas Jalan Lumbang–Sukapura Disorot, Dinilai Minim Transparansi dan Abaikan Keselamatan


Probolinggo | Liputan5News.com

Proyek pemeliharaan ruas Jalan Lumbang–Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang dikelola oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, menuai sorotan publik. Pasalnya, pekerjaan pemasangan guardrail (pembatas bahu jalan) dan Penerangan Jalan Umum (PJU) dinilai tidak transparan dan mengabaikan aspek keselamatan.

Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa proyek tersebut tidak dilengkapi papan nama proyek, sehingga masyarakat tidak mengetahui besaran anggaran, sumber dana, maupun pelaksana kegiatan. Kondisi ini menimbulkan dugaan kuat adanya upaya menutupi informasi publik yang seharusnya terbuka sesuai aturan.

Selain itu, minimnya rambu-rambu lalu lintas di sepanjang lokasi pekerjaan menyebabkan arus kendaraan tersendat dan rawan kecelakaan. Situasi ini semakin parah karena proyek berlangsung pada akhir pekan, saat arus wisatawan lokal maupun mancanegara menuju kawasan wisata Gunung Bromo meningkat tajam.

Ironisnya, di wilayah perbatasan Kecamatan Lumbang–Sukapura, terdapat pekerjaan pemasangan guardrail di dua titik serta pemasangan PJU sepanjang ruas jalan, namun tidak terlihat adanya pengawas proyek di lokasi. Para pekerja juga ditemukan tidak menggunakan alat keselamatan kerja (K3) seperti helm proyek (safety helmet) dan tidak tersedia peralatan P3K.

Dari sisi teknis pekerjaan, adukan semen dan pasir untuk pengecoran tiang guardrail diketahui tidak menggunakan mesin molen, melainkan dilakukan secara manual. Akibatnya, sejumlah tiang guardrail yang baru terpasang sudah mengalami retak-retak, yang mengindikasikan kualitas pengecoran sangat rendah.

Menanggapi temuan tersebut, DPD LIRA Kabupaten Probolinggo, melalui ketuanya Sudarsono, SH, menyampaikan kritik keras terhadap kinerja instansi terkait.

> “Ini bukti tidak konsistennya pemerintah, khususnya Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo dan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur. Proyek dibiayai uang negara, tetapi informasinya seolah ditutup-tutupi dari publik,” tegas Sudarsono.



Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan serta pengabaian standar keselamatan kerja yang berpotensi membahayakan pekerja maupun pengguna jalan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo maupun Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur terkait temuan di lapangan tersebut.has/mad