Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Peringati Hari Disabilitas Internasional, Komunitas Forsink Berikan Pelatihan Kerajinan Tangan Kepada Siswa - Siswi SLB Veteran Wonoayu


Liputan5news.com - Sidoarjo. Sebanyak 30 siswa/siswi Sekolah Luar Biasa (SLB) Veteran Wonoayu, Sidoarjo, mengikuti kegiatan Salink (Satu Lingkaran) yang digelar komunitas pemerhati disabilitas Forum Sahabat Inklusi (Forsink). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional tahun 2025.


Acara tersebut berlangsung khidmat sekaligus meriah dengan mengusung tema lingkaran persahabatan tanpa batas. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan bagi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan dalam suasana yang inklusif.


Dalam sambutannya, Ketua Pelaksana Salink, Vivi Yunita Sari menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pihak sekolah yang telah memberi ruang bagi Forsink untuk berbagi dan berkolaborasi.


“Terima kasih atas kepercayaan dari pihak sekolah. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan dapat menumbuhkan keterampilan para siswa,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).


Ketua Forsink Sidoarjo, Shabil Kurnia Hidayat mengatakan kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan serta menghadirkan ruang kebersamaan yang inklusif di lingkungan sekolah.


“Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dikemas secara edukatif dan interaktif,” kata Shabil.



Shabil menjelaskan, kegiatan diawali dengan pembuatan kerajinan tangan hingga praktik langsung yang didampingi oleh para fasilitator. “Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mendorong kepercayaan diri dan kemandirian siswa,” jelasnya.


Shabil berharap kegiatan serupa dapat memperkuat kolaborasi lintas pihak dalam mewujudkan sekolah yang inklusif. 


"Kegiatan ini diharapkan mampu memperluas semangat inklusivitas dan memperkuat lingkaran persahabatan tanpa batas di tengah masyarakat,” tandasnya.


Sementara itu, perwakilan Koalisi Disabilitas Jawa Timur Syaiful Hidayat mengapresiasi kegiatan Salink yang dinilainya sangat inspiratif. Ia menegaskan dukungan penuh terhadap penguatan sekolah-sekolah inklusif.


“Sekolah inklusif bukan sekadar kebijakan, melainkan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak, tanpa terkecuali, memperoleh hak belajar yang setara, bermartabat, dan berkeadilan,” imbuhnya.


Syaiful menambahkan, sekolah inklusif merupakan fondasi penting dalam membangun generasi yang saling menghargai perbedaan serta menumbuhkan empati.


“Ini juga penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi seluruh peserta didik. Karena itu, kami siap bersinergi dan berkolaborasi dengan semua pihak guna mewujudkan pendidikan inklusif yang berkelanjutan di Sidoarjo,” pungkasnya.(Yanti)