Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo Ajak Warga Jadikan Kemanusiaan sebagai Kompas Hidup di Hari HAM 2025


Liputan5news.com - Sidoarjo. Memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia 2025, Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo H. Rizza Ali Faizin, M.Pd.I, menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. Politisi muda PKB itu menegaskan bahwa momen Hari HAM seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak untuk kembali menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman dalam kehidupan berbangsa.


Rizza mengatakan penghormatan terhadap HAM bukan sekadar konsep teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh pemerintah, lembaga sosial, maupun masyarakat umum.


Hari HAM bukan hanya seremoni. Ini pengingat bahwa martabat manusia adalah fondasi kehidupan berbangsa. Setiap warga negara berhak dihormati dan diperjuangkan hak-haknya,” ujarnya, Rabu (10/12).


Sebagai pimpinan komisi yang membidangi pemerintahan dan hukum, Rizza menekankan pentingnya menghadirkan pelayanan publik yang cepat, adil, dan tidak diskriminatif. Menurutnya, pelayanan publik yang humanis adalah salah satu bentuk nyata penegakan HAM.


Ketika masyarakat dilayani dengan baik dan tanpa diskriminasi, di situlah HAM ditegakkan. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar memastikan setiap warga memperoleh hak-haknya,” imbuhnya.


Rizza juga menyampaikan bahwa penegakan HAM di daerah membutuhkan kolaborasi lintas elemen—mulai tokoh masyarakat, organisasi pemuda, sekolah, hingga komunitas sosial.


Ia secara khusus mengajak generasi muda Sidoarjo menjadi motor penggerak budaya kemanusiaan yang lebih kuat. Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana seperti menghargai perbedaan, menghindari bullying, hingga menciptakan lingkungan sosial yang aman.


Generasi muda harus menjadi pelopor. Menghormati HAM bisa dimulai dari hal kecil, dari sikap toleransi dan membantu yang lemah,” sambung Rizza.


Di tengah perkembangan teknologi dan kebebasan berpendapat yang semakin luas, ia mengingatkan perlunya tanggung jawab moral agar kebebasan tersebut tidak memecah belah masyarakat.


“Kita hidup dalam keberagaman, dan itu kekuatan kita. Perbedaan harus disikapi dengan bijak, bukan dijadikan alasan untuk bermusuhan,” katanya.


Menutup pernyataannya, Rizza berharap peringatan Hari HAM 2025 menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk membangun Sidoarjo yang lebih adil, aman, dan berkeadaban.


“Marilah menjadikan HAM sebagai kompas dalam setiap kebijakan dan tindakan kita,” tutupnya.(Yanti)