Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Pagar Nusa YPM Gelar “Pendekar Bersholawat”, Perkuat Peran Santri sebagai Benteng Ulama dan Agama


Liputan5news.com - Sidoarjo.  Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional, Pagar Nusa YPM Sepanjang menggelar kegiatan akbar Pendekar Pagar Nusa Bersholawat di halaman Yayasan Pendidikan Ma’arif (YPM) Sepanjang, Kabupaten Sidoarjo. Ratusan santri, pendekar, alumni, hingga tokoh masyarakat hadir memadati area acara untuk bersama-sama bersholawat, memperkuat spiritualitas, dan mempertegas jati diri santri sebagai penjaga tradisi ke-NU-an. Jumat (28/11/2025)


Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi Pagar Nusa dalam mengokohkan identitas santri sebagai generasi yang siap menjaga agama, budaya, serta ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah dengan penuh keteguhan.


Dalam sambutannya, Zakaria Dimas, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo yang juga alumni Pagar Nusa YPM Sepanjang, menyampaikan bahwa santri Pagar Nusa harus menjadi generasi yang lengkap: kuat, cerdas, dan berakhlak.

“Santri Pagar Nusa tidak cukup hanya berprestasi di gelanggang. Mereka harus pintar ngaji, kuat dalam pemahaman agama, dan cakap dalam organisasi. Inilah bekal menjadi pemimpin masa depan yang mampu menjaga tradisi ulama sekaligus menjawab tantangan zaman,” tegas Zakaria Dimas.


Ia menambahkan bahwa Peringatan Hari Santri Nasional adalah momentum untuk meneguhkan kembali peran santri sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan dan penjaga kedamaian di masyarakat.

“Santri Pagar Nusa harus menjadi benteng ulama, benteng agama, serta menjadi penenteram di tengah masyarakat. Ini adalah identitas yang harus terus dirawat.”


Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Pemkab Sidoarjo, Khudori, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas semangat Pagar Nusa YPM dalam merayakan Hari Santri dengan kegiatan yang bernilai spiritual dan kebangsaan.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan semangat Hari Santri Nasional, yaitu meneguhkan komitmen santri sebagai penjaga moral, penjaga tradisi, serta pengamal ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah. Pagar Nusa tidak hanya membentuk pendekar yang kuat, tetapi juga pribadi yang berakhlak dan menebarkan harmoni,” ujarnya.



Sementara itu, Yudhi Triawan, Pengurus Pusat Pagar Nusa, menegaskan bahwa Pagar Nusa memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga marwah Nahdlatul Ulama dan keamanan masyarakat melalui pendekar-pendekarnya yang berjiwa religius.

“Santri Pagar Nusa harus menjadi benteng ulama, benteng agama, sekaligus penjaga ketertiban dan ketenteraman. Mereka adalah garda terdepan yang mengamalkan ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan bersholawat pada momentum Hari Santri merupakan bentuk konsolidasi spiritual agar para pendekar tetap istiqamah dalam menjaga agama, bangsa, serta nilai-nilai ke-NU-an.


Acara yang berlangsung khidmat ini ditutup dengan pembacaan sholawat dan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kejayaan Islam rahmatan lil ‘alamin, dan keberkahan bagi seluruh keluarga besar Pagar Nusa dan YPM Sepanjang.(Yanti)