Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Pekerjaan Rehabilitasi SDN Sekarkare Dringu Disorot Tajam DPD LIRA Kabupaten Probolinggo




Probolinggo Liputan5News.com
Pekerjaan Rehabilitasi  SDN Sekarkare Kecamatan Dringu  Kabupaten Probolinggo, dapat sorotan tajam Dari DPD LIRA diduga tidak sesuai spesifikasi teknis. 

Berdasar pantauan pada papan nama proyek pekerjaan ini bersumber dari DAU APBD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai kontrak Rp.352.728.000. Masa pelaksanaan Dikerjakan 60 hari dari tanggal 1September sampai 30 Oktober 2025 yang dikerjakan oleh CV.Setya Laksana selaku konsultan perencana, dan CV.Alam Persada Konsultan sebagai konsultan pengawas, serta CV.Sarana Mandiri Selaku kontraktor pelaksana. Kamis 18/9/25

Tim DPD LIRA kabupaten Probolinggo bersama awak media di lokasi menunjukkan adanya indikasi ketidaksesuaian dalam pelaksanaan pekerjaan, diantaranya:

1.Pekerja tidak menggunakan standar K3 konstruksi, seperti helm pelindung (safety helmet) dan tidak tersedia peralatan P3K.

2.Tidak ada pengawasan langsung dari pihak pelaksana maupun konsultan di lokasi.

3.Ada molen dilokasi proyek namun hanya buat pajangan saja.cara pengadukanya tetap manual 

4.Sambungn besi tidak ditekuk atau di (H) Supaya ada kekuatan satu kesatuan menurut Spesifikasi teknis Pekerjaan.

Menanggapi temuan tersebut, Ketua DPD LIRA kabupaten Probolinggo Sudarsono SH. menyampaikan keprihatinannya.

"Kami akan melaporkan temuan ini ke Inspektorat Kabupaten Probolinggo agar segera ada tindakan tegas. Bila perlu, CV pelaksana di stop dulu karna pekerjaan ini mencakup sarana prasarana pendidikan yang seharusnya dikerjakan oleh CV yang profesional agar pekerjaan ini berkualitas." tegasnya.



Ia juga berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo serta lembaga pengawas terkait dapat menindaklanjuti persoalan ini dengan serius.

"Kami akan terus mengawal pekerjaan yang dilaksanakan CV sarana mandiri Selaku kontraktor pelaksana ini hingga selesai. Jika nantinya tetap ditemukan indikasi pelanggaran spesifikasi teknis, kami pastikan akan melaporkannya,” tambahnya Sudarsono 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur pendidikan harus mengutamakan kualitas agar tepat guna dan Kuat tahan lama memberi manfaat jangka untuk para dewan guru dan siswa siswi SDN Sekarkare Dringu tersebut. 

Sementara itu di lokasi pekerja yang tidak menggunakan K3 kontruksi saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa helm pelindung ada namun tidak dipakai dan molen ada tapi bahan bakarnya tidak ada.

"iya mas helm pelindung topi Proyek Safety Helmet ada cuman tidak dipakek, lagian pengawas dan pelaksana jarang kesini. kalau masalah molen ada mas cuman gak ada bahan bakarnya." Ujar pekerja pria 32 tahun yang enggan disebutkan namanya. (Hs)