Pasuruan, Liputan5news.com:Dugaan adanya penggunaan abu ketel salahsatu pabrik gula (PG) di Probolinggo sebagai bahan campuran pasir menyeruak ke permukaan.dari investigasi tim media ini , tersiar kabar bahwa abu ketel dari salahsatu PG di Probolinggo itu diduga masuk ke stockpil milik MTR ,pengusaha sekaligus pengelola stockpil asal Probolinggo yang berlokasi di Pasuruan.
Hal ini tersiar saat tim media Liputan5 news berbincang dengan salahsatu pengurus stokpile pasir di wilayah Pasuruan."pasir yang dihasilkan oleh salahsatu stokpile sangat tidak wajar mas,karena terlihat hitam legam dan tampak mengkilap.apalagi pas kita coba pegang dengan tangan ,tampak ada warna hitam pekat yang lengket ditangan ."bukan seperti pasir pada umumnya.ya...kayak sengaja di campur abu ketel hasil pembakaran pabrik gula.terang salahsatu pengurus stokpile pada media ini .
Hal lain dikatakan lembaga perlindungan konsumen (LPK) BHARATA Pasuruan,pada media ini menjelaskan bahwa keberadaan stockpil pasir sendiri perlu di kaji keberadaanya karena pasti ada gangguan lingkungan yang ditimbulkan dengan operasional alat beratnya ,ditambah lagi gangguan lingkungan berupa debu pengayakan tras menjadi pasir."sudah pasti mengganggu warga sekitar ungkap Holilurrohman.
Holil sapaan ketua LPK BHARATA Pasuruan ini menambahkan pihaknya bersama Tim juga tahap melakukan investigasi tentang dugaan pembuangan abu ketel dari Pabrik gula ( PG) di Probolinggo ke stockpil Pasuruan tersebut."sudah tentu jika benar adanya ada usaha mencampurkan limbah abu ketel pabrik gula tersebut ke pengayakan pasir atau stockpil sudah tentu hal tersebut merupakan bentuk kecurangan dan pembohongan yang sangat merugikan konsumen.
"Dalam waktu dekat bukti bukti kalau sudah terkumpul semua tentang dugaan adanya pembuangan limbah abu ketel ke stockpil pasir kita lakukan langkah lanjutan."tentunya kita akan koordinasi kan pada pihak terkait.terangnya.
Sementara,MTR pengelola stockpil pasir di nguling Pasuruan saat dikonfirmasi media ini tentang dugaan penggunaan limbah pabrik gula berupa Abu ketel ke dalam campuran pengayakan pasir miliknya ,Jumat 18/7/2025,siang.melalui sambungan WhatsApp tidak membalas,meski terlihat sudah dibaca.(Ze)
