Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Proyek Jembatan Rp.179 Juta di Rowogempol "TPT Numpang Bangunan Lama, Adukkan Gampang Ngelupas, Pekerjaan terhenti , Dinas PU SDAPMBK Pasuruan Janji Tindaklanjuti."

PASURUAN,Liputan5news.com; Proyek Rehabilitasi Jembatan Desa Rowogempol, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan senilai Rp.179.499.900,-dari Dana Alokasi Umum (DAU) 2026 mendadak jadi sorotan. Pasalnya, baru seumur jagung dikerjakan sejak 9 Juni lalu, sederet kejanggalan teknis sudah terlihat di lapangan.

Pantauan media ini, Selasa (15/7/2026), aktivitas proyek justru berhenti total. Lokasi sepi tanpa pekerja. Namun jejak masalahnya sulit ditutupi.

Kejanggalan yang Bikin Warga Geleng-gelen diantaranya,

1. “Numpang” Tanpa Bongkar
   Struktur baru jembatan terlihat langsung menumpang di atas bangunan lama. Tidak ada bekas galian atau pembongkaran struktur eksisting. Padahal, standar konstruksi mewajibkan struktur lama dibongkar agar daya dukung tanah dan sambungan beton baru optimal.

2. TPT Ditempel di TPT Lama
   Tembok Penahan Tanah (TPT) baru di sisi jembatan hanya ‘ditempel’ pada TPT lama yang sudah ada. Tidak ada angkur, stek, atau pengikatan struktur. Rawan geser dan ambruk saat debit air tinggi.

3. Adukan ‘Kerupuk’
   Campuran plesteran di TPT samping jembatan diragukan. Saat disentuh, adukan pasir-semen mudah terkelupas dan rontok. Diduga takaran semen di bawah spek RAB, atau pakai pasir kadar lumpur tinggi.

“Kalau adukan gampang ngelupas gini, kena hujan 3 kali ya habis. Gimana mau kuat 10 tahun?” keluh warga Rowogempol yang melintas.


diketahui,proyek Rehabilitasi Jembatan Desa Rowogempol,kecamatan lekok ini  dikerjakan oleh Cv.Bin Amin dengan Konsultan Pengawas CV. Bana Inova Bikarya,Masa Pelaksanaan 75 Hari Kalender (09 Juni 2026 – 22 Agustus 2026)  berdasar Nomor Kontrak 003.2/073.PA.003/PL-DAU/103/2026 .

Dikonfirmasi terpisah, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan melalui pejabatnya Benso merespons cepat. 

“Terima kasih infonya mas, segera kita tindaklanjuti.” ungkapnya singkat, Selasa (15/7/2026), saat dihubungi melalui sambungan telepon.

aliansi masyarakat untuk transparansi anggaran (AMPRA),hasim ashari menilai tiga temuan di atas masuk kategori" penyimpangan teknis serius. Jika benar struktur baru hanya ‘numpang’, maka kekuatan jembatan dipertaruhkan. 

Warga dan pegiat Ampra mendesak,ada Audit lapangan oleh Dinas bersama Inspektorat dengan pelibatan konsultan independen,Uji hammer test dan core drill pada beton dan pasangan batu TPT,Uji lab adukan untuk cek komposisi semen-pasir.  serta lakukan Evaluasi CV. Bin Amin dan CV. Bana Inova Bikarya selaku pelaksana dan pengawas.

Proyek jembatan adalah infrastruktur vital. Jika dikerjakan asal-asalan maka tak akan beeumur lama akan menguras dana dari pajak rakyat lagi untuk perbaikanya.ungkap hasim .(ze)