Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

‎Warga Padomasan Antre Sejak Siang Rebutan Gas LPG 3 Kg

‎Jember Liputan5news -Kelangkaan LPG subsidi 3 kilogram di Kecamatan Jombang kabupaten Jember semakin dirasakan masyarakat. Di sejumlah titik, warga harus mengantre gas LPG 3 kg sejak siang bahkan berdesakan dan mengular demi memenuhi kebutuhan utama rumah tangga.
‎Pemandangan tersebut terlihat di pangkalan milik Ali yang berada di Desa Padomasan Krajan 2 (dua) Puluhan warga sudah memadati lokasi sejak siang hari, berharap bisa mendapatkan jatah LPG 3 kg sebelum kehabisan.
‎Berdasarkan pantauan Liputan5news pada kamis (09/04/2026), antrean warga mulai terbentuk sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Namun, distribusi tabung LPG 3 kg baru tiba sekitar pukul 15-00 WIB dengan jumlah terbatas.
‎Keterbatasan jumlah tabung yang datang membuat warga harus berebut. Tidak sedikit yang sudah mengantre cukup lama, namun tetap tidak kebagian karena stok cepat habis.
‎Juwarti, 45 warga Krajan 2 padomasan menjadi salah satu yang merasakan dampak kelangkaan tersebut. Dia mengaku sudah kesulitan mendapatkan LPG 3 kg sejak sepekan terakhir.
‎Selama itu, dia berusaha mencari ke sejumlah toko pengecer, namun hasilnya nihil. Begitu mendapat informasi adanya distribusi di pangkalan, dia langsung bergegas datang.
‎“Harganya Rp18.000 per tabung. Di pengecer lainnya Rp23 ribu-Rp25 ribu. Harapannya jangan langka, kasihan masyarakat,” ucap Juwarti.
‎Menurut dia, Sebenarnya tadi ada Salah satu warga mas yang minta jumlah (15)LPG 3 kg, infonya mau dibuat hajatan anaknya kami sangat marah tadi soalnya dimana-mana itu harus satu gas elpiji biar semua kebagian, soale memang sangat dibutuhkan untuk memasak kebutuhan sehari-hari. Ketika gas sulit didapat, Warga itu malah mau memanfaatkan situasi tersebut 
‎“Kalau tidak ada pak bhabinkamtibmas dan pak kampung mungkin kami gak kebagian gas” tambahnya.
‎Kondisi tersebut membuat aktivitas memasak menjadi terganggu. Tak jarang, Juwarti memilih membeli lauk dan makanan jadi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
‎“Mau tidak mau, pengeluaran bertambah, karena beli masakan jadi,” terangnya.
‎ 
‎Dalam foto viral tersebut, terlihat warga sudah berkumpul sebelum truk datang. Namun, saat muatan mulai diturunkan, suasana berubah menjadi riuh. Warga tampak berdesakan demi mendapatkan jatah gas subsidi di tengah keterbatasan pasokan.
‎Situasi ini pun memicu sorotan publik, mengingat LPG subsidi 3 kg merupakan kebutuhan utama masyarakat kecil. Perbedaan antara klaim distribusi lancar dan kondisi di lapangan menjadi perhatian serius yang diharapkan segera mendapat solusi konkret. (Vid)