Liputan5news.com - Tulungagung. Tim SAR gabungan berhasil menemukan Putri Cindy Antika (26), seorang korban tenggelam di Sungai Brantas, kecamatan Kedungwaru, kabupaten Tulungagung, setelah dua hari melakukan upaya pencarian. Saat ditemukan pada Sabtu (11/4/2026) pagi, korban dalam kondisi meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., selaku SMC menjelaskan bahwa jenazah korban awalnya ditemukan tim SAR gabungan dalam kondisi mengapung di antara tumpukan sampah di aliran sungai.
“Lokasi penemuan jenazah berjarak sekitar 40 kilometer dari titik awal kejadian,” ujar Nanang.
Proses evakuasi jenazah berjalan dengan lancar. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Kediri untuk dilakukan proses identifikasi lebih lanjut.
Sekitar pukul 11.30 WIB, pihak berwenang memastikan bahwa jenazah perempuan yang ditemukan merupakan korban yang sedang dicari tim SAR gabungan. Kepastian ini diperoleh dari hasil identifikasi medis yang diperkuat dengan keterangan pihak keluarga.
Dalam operasi SAR ini, SMC mengerahkan satu tim rescue Pos SAR Trenggalek untuk bergabung dengan unsur SAR lainnya. Sebanyak tiga SRU air dan satu SRU darat diterjunkan untuk menyisir lokasi kejadian hingga area hilir sungai.
SRU air melakukan penyisiran menggunakan perahu karet, dimulai dari lokasi kejadian tenggelamnya korban. Di sejumlah titik yang dicurigai, SRU air secar bergantian melakukan manuver perahu secara bergantian untuk menciptakan gelombang air.
Manuver perahu karet tersebut bertujuan mengangkat benda-benda yang terjebak di dasar sungai, termasuk kemungkinan posisi korban.
Sementara itu, SRU darat melakukan pencarian di sepanjang tepi sungai dengan mengamati tanda-tanda keberadaan korban di beberapa lokasi.
Untuk memperluas jangkauan pencarian, tim SAR juga menyebarluaskan informasi kepada masyarakat sekitar sungai agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Adapun unsur yang terlibat dalam operasi SAR ini antara lain tim rescue Pos SAR Trenggalek, BPBD Kabupaten Tulungagung, SAR MTA, Damkar Tulungagung, RAPI, Polsek Kedungwaru, Koramil Kedungwaru, Pemerintah Desa Tapan, serta warga setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan warga Dusun Semanggang, Desa Pangkalan Banteng, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Sebelumnya, pada Kamis (9/4/2026) sekitar pukul 11.00 WIB, korban diketahui keluar rumah. Namun hingga sore hari, korban tidak kunjung kembali.
Pihak keluarga yang khawatir kemudian melakukan pencarian bersama warga di sekitar sungai dan menemukan tas milik korban di tepi Sungai Brantas.
Korban diduga terpeleset saat berada di pinggir sungai, kemudian terjatuh dan tenggelam hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. (Yanti)

