Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Tak Ada Kenaikan BBM, Gus Iwan DPRD Jatim Himbau Masyarakat Tak Panik


Liputan5news.com - Surabaya. Isu tak sedap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) sempat memicu keresahan masyarakat. Di sejumlah daerah di Jawa Timur, antrean kendaraan di SPBU dilaporkan meningkat akibat aksi pembelian BBM secara berlebihan.


Pemerintah memastikan bahwa harga BBM, baik subsidi maupun non-subsidi tidak mengalami kenaikan per 1 April 2026. Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto setelah melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM dan PT Pertamina (Persero).


Keputusan tersebut mendapat respons positif dari Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Ahmad Iwan Zunaih. Politisi yang akrab disapa Gus Iwan itu menilai langkah pemerintah sebagai kebijakan yang tepat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketenangan masyarakat.


“Saya kira keputusan pemerintah yang menyatakan tidak ada kenaikan harga BBM merupakan hal yang bagus,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).


Ia mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu yang belum tentu benar, termasuk melakukan aksi borong BBM yang justru berpotensi menimbulkan kelangkaan semu di lapangan.


“Tidak perlu panik. Kalau masyarakat membeli BBM secara berlebihan, justru bisa menimbulkan antrean panjang dan mengganggu distribusi,” tegas Gus Iwan.


Secara rasional, kata Gus Iwan, kebijakan menahan harga BBM di tengah dinamika global, termasuk ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia, menjadi langkah penting untuk menjaga daya beli masyarakat. 


"Stabilitas harga BBM juga berpengaruh langsung terhadap biaya transportasi dan distribusi barang, yang pada akhirnya berdampak pada inflasi," terangnya.


Dengan tidak adanya kenaikan harga, pemerintah dinilai berupaya menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan masyarakat luas.


"Kami pun berharap masyarakat tetap tenang dan bijak dalam menyikapi informasi, serta mempercayakan kebijakan strategis kepada pemerintah demi menjaga stabilitas bersama," pungkasnya.(Yanti)