Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

PROYEK KOPERASI DESA MERAH PUTIH DESA ALUN-ALUN RANUYOSO DITARGETKAN RAMPUNG DALAM 4 BULAN, KUALITAS JADI PRIORITAS UTAMA

 
LUMAJANG – Liputan 5news.com

Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di berbagai wilayah, termasuk di Desa Alun-Alun, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang. Proyek ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu 4 bulan dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi.
 
Berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 angka 3 Huruf (C), alokasi anggaran total untuk setiap KDMP mencapai Rp 3 miliar. Dana tersebut bersumber dari pinjaman Himbara dengan jaminan Dana Desa selama 6 tahun. Dari total anggaran, Rp 1,6 miliar dialokasikan khusus untuk tahap pembangunan, sementara sisanya digunakan untuk permodalan barang kebutuhan yang akan diperjualbelikan.
 
Rincian Penggunaan Anggaran Pembangunan
Seorang tokoh masyarakat Ranuyoso yang memahami kebijakan pemerintah menjelaskan rincian penggunaan anggaran pembangunan sebesar Rp 1,6 miliar tersebut. Tahap awal persiapan menghabiskan dana sekitar Rp 100 juta atau sekitar 5-7% dari total anggaran pembangunan. Rinciannya meliputi: pengurusan izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebesar Rp 20 juta, persiapan dan pembersihan lahan Rp 25 juta, biaya arsitek dan konsultan pengawas Rp 40 juta, serta mobilisasi alat dan pembuatan direksi kit sebesar Rp 15 juta.
 
"Untuk tahap awal itu totalnya mencapai Rp 100 juta. Itu bagian krusial untuk legalitas dan kelancaran proyek," ujarnya.
 
Sementara itu, tahap selanjutnya yaitu pekerjaan konstruksi fisik sipil dan mechanical engineering menyerap sekitar 55 hingga 60% dari anggaran pembangunan. Dengan asumsi luas bangunan antara 150-200 meter persegi, total biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 950 juta. Namun, terdapat catatan terkait pelaksanaan di lapangan, di mana penggunaan balok besi gantung hanya menggunakan 4 batang besi dan pemasangan bata hebel yang sebagian tidak menggunakan perekat pada sambungannya, yang dinilai dapat membuat pondasi kurang efektif.
 
Kontraktor Tekankan Kualitas di Tengah Percepatan
Kontraktor proyek KDMP Desa Alun-Alun, Pak Jon yang berasal dari Surabaya, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek tepat waktu dengan kualitas terbaik. Hingga saat ini, setelah 1,5 hingga 2 bulan pelaksanaan, proyek sudah masuk tahap pemasangan besi.
 
"Saya dan tim selalu mengutamakan percepatan, tapi yang paling nomor satu adalah kualitas. Karena kualitas adalah kunci suatu bangunan bisa kokoh, kuat, dan tahan lama. Saya optimis proyek KDMP ini akan sukses kalau dikelola dengan benar," tegas Pak Jon.
 
Untuk mendukung percepatan pengerjaan, Pak Jon juga mengandalkan penggunaan alat berat dalam proses konstruksi.
 
Perhatian pada Perizinan dan Keamanan Bangunan
Pihak Kodim bersama kontraktor memberikan saran penting kepada pihak desa agar memastikan seluruh proses perizinan berjalan jelas dan legal, mulai dari PBG hingga alih fungsi lahan jika lokasi masuk dalam kawasan Lindung Satuan Daerah (LSD) atau Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
 
"