Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Peredaran Solar Ilegal di Lumajang Aman Terkendali, GMPK Menduga Mereka " Bagi-bagi Kue"

Lumajang, liputan 5 news com

Tidak semua pelanggaran itu menakutkan, terbukti kian maraknya peredaran BBM jenis solar ilegal yang semakin merajalela. Sepertinya bumi Lumajang adalah surga bagi mereka, hal ini terbukti dengan nyamannya anggotanya beroperasi dilapangan. 

Pernyataan diberbagai kalangan dengan bahasa Jawa "Enak Yo pemain solar ilegal Podo sugih-sugih" (Enak ya pemain solar ilegal pada kaya semua).Senin (6/4/2026).

Dendik Zeldianto ketua GMPK Lumajang menceritakan hasil dari pulbaketnya selama ini. Ada 2 truk warna kuning didesa sentul yang diduga bertugas sebagai pembeli solar di beberapa SPBU dilumajang, untuk disetorkan ke gudang daerah Wonorejo diduga milik oknum PNS. Di daerah desa Sumberejo termonitor, Sentul diduga juga ada gudangnya milik oknum mantan kades.

"Hebat Lumajang ini dalang pemain solar ilegal ini ada oknum PNS, ada oknum mantan kades dan juga warga umum. Kami sepenuhnya tidak menyalahkan mereka, kenapa bisa seperti itu karena diduga diberi peluang oleh oknum pegawai SPBU dan oknum aparat sehingga aman. Coba semua lini profesional dan tegak lurus ya kejang-kejang para mafianya." Ujar Dendik.

Semua sektor sudah terkondisikan dengan baik sehingga pada bungkam seribu bahasa, dan tradisi buta dan tuli. 

Dendik menambahkan bahwa dirinya sudah sangat paham kepada siapa saja mereka setor upeti bulanan sehingga aman-aman saja. GMPK sudah ketemu dengan petugas dari Pertamina, diceritakan bahwa mereka dulu memasokan BBM resmi secara legalitas dengan kapasitas besar. 

Namun untuk saat ini menurun drastis karena kalah bersaing harga dengan BBM jenis solar ilegal yang ada dilumajang.

Sambung Dendik bahkan oleh petugas dari Pertamina tersebut, GMPK diberitahu jenis tangki pengangkut solar ilegal ciri-ciri dan warna apa. Sedangkan yang pengangkut resmi seperti apa juga diberikan rekaman videonya.

"GMPK berharap adanya penertiban secara maksimal bukan cuma formalitas saja, mustahil kalau APH tidak tahu hal tersebut. Kalau pingin data yang reel, kami siap membantu dengan catatan ditertibkan secara serius bukan seperti cerita dalam sinetron yang berjudul kura-kura dalam perahu." Pungkasnya.(tim)