Liputan5news.com - Sidoarjo. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus melakukan upaya perbaikan infrastruktur pengairan dengan melakukan normalisasi Sungai Porong Kanal. Kegiatan tersebut bertujuan memperlancar aliran air yang sangat dibutuhkan oleh sektor pertanian di wilayah selatan Sidoarjo.
Satu unit alat berat dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi, sampah, serta endapan lumpur di sepanjang aliran sungai yang memiliki panjang sekitar 31 kilometer tersebut. Pengerjaan normalisasi saat ini telah mencapai wilayah Kecamatan Krembung.
Pada Rabu (8/4), Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana turun langsung meninjau pelaksanaan normalisasi di kawasan Pintu Air Krembung. Dalam peninjauannya, ia memastikan proses pengerjaan berjalan dengan baik sekaligus memantau kondisi pintu air yang menjadi bagian penting dari sistem irigasi di wilayah tersebut.
Wabup Mimik Idayana mengatakan normalisasi Sungai Porong Kanal akan terus dilanjutkan hingga wilayah Kecamatan Prambon. Saat ini pengerjaan masih difokuskan di wilayah Kecamatan Krembung dengan mengerahkan excavator milik Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo.
“Di sini sebenarnya sudah selesai, namun masih ada sedikit sampah yang harus dibersihkan,” ujar Mimik.
Ia menjelaskan keberadaan Sungai Porong Kanal memiliki peran penting dalam mendukung kebutuhan irigasi pertanian. Setidaknya terdapat tiga kecamatan yang sangat bergantung pada aliran air dari sungai tersebut, yakni Kecamatan Krembung, Porong, dan Jabon.
“Tiga kecamatan sangat membutuhkan aliran air sungai ini,” tambahnya.
Dalam sidaknya, Wabup Mimik juga menemukan kerusakan pada ulir pengatur pintu air Krembung. Dari empat ulir yang ada, dua di antaranya diketahui hilang dan kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar empat tahun. Ia menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas karena pintu air tersebut berada dalam kewenangan pengelolaan BBWS sebagai bagian dari jaringan irigasi Delta Brantas.
Menurutnya, fungsi pintu air sangat vital bagi kelancaran distribusi air ke lahan pertanian. Jika pintu air tidak dapat berfungsi dengan baik, maka aliran air akan terganggu dan berdampak langsung pada produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
“Pintu air ini sangat penting karena menyangkut pertanian di wilayah Krembung sampai Jabon. Jika aliran air terkendala karena pintu airnya macet dan tidak bisa dibuka tutup, maka pertanian di tiga kecamatan akan terpengaruh,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengairan Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo Prayit menjelaskan bahwa pengerjaan normalisasi Sungai Porong Kanal dilakukan dari hilir menuju hulu. Hingga saat ini, pengerjaan telah mencapai sekitar 7 kilometer.
“Mulai kemarin kita mengerjakan normalisasi Sungai Porong Kanal dari Kedungsolo Porong, dan hari ini sudah sampai wilayah Krembung. Panjangnya sudah mencapai 7 kilometer,” jelas Prayit.
Ia menambahkan, normalisasi akan terus dilanjutkan hingga wilayah hulu di Kecamatan Prambon. Pihaknya memperkirakan pengerjaan tersebut dapat diselesaikan dalam waktu sekitar satu bulan.
Program normalisasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo untuk menjaga kelancaran aliran sungai dan mencegah sedimentasi. Tahun ini, sekitar 9 kilometer sungai akan dinormalisasi secara swakelola oleh Satgas Air Dinas PU Bina Marga dan SDA Sidoarjo.
“Ini pekerjaan rutin yang dikerjakan secara swakelola oleh Satgas Air Dinas PU Bina Marga Sidoarjo,” ujarnya.
Selain itu, pengerjaan normalisasi juga akan melibatkan pihak swasta yang saat ini masih dalam proses lelang. Kegiatan tersebut direncanakan mencakup wilayah Porong hingga Jabon dengan panjang sekitar 2,5 kilometer.
Normalisasi tersebut diharapkan dapat memperlancar aliran air Sungai Porong Kanal sehingga mampu memenuhi kebutuhan irigasi bagi sekitar 1,5 hektare lahan persawahan di Kecamatan Jabon, khususnya saat musim kemarau.
“Mulai dari jembatan arteri ke bawah sampai dengan Pejarakan, saat ini masih dalam proses lelang,” pungkasnya.(Yanti)

