Liputan5news.com - Sidoarjo. Dewan Pimpinan Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Sidoarjo menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) yang ke - VI.
Musyawarah Cabang (Muscab) yang memiliki tujuan utama untuk regenerasi dan pemilihan ketua baru yang loyal, digelar di Fave Hotel jalan raya Jenggolo Nomor 15, Kelurahan Pucang Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo. Sabtu (4/4/2026) malam.
Dalam Muscab ke - VI ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sidoarjo, mencari figur ketua baru yang memiliki loyalitas tinggi, tegak lurus terhadap garis kebijakan partai, jujur dan berintegritas.
Ada empat nama yang muncul sebagai bakal calon Ketua DPC PKB Sidoarjo.
Wakil Ketua DPW PKB Jawa Timur Thoriqul Haq menyebutkan, empat nama itu merupakan hasil pemetaan internal DPP dan DPW. Mereka adalah Abdillah Nasih (Ketua DPRD Sidoarjo), Rizza Ali Faizin (Ketua Komisi A DPRD Sidoarjo), H. Usman (Ketua DPRD Sidoarjo 2019-2024), dan Ibnu Azzar Firdaus (DPW PKB Jawa Timur).
“Nama-nama itu murni hasil pemetaan internal, tidak ada kaitannya dengan isu di luar partai,” ujar Cak Thoriq.
Ia menegaskan, PKB tidak mempertimbangkan figur di luar kader non aktif.
Termasuk isu yang sempat mengaitkan Bupati Sidoarjo, Subandi. “Yang bersangkutan bukan kader aktif PKB,” tegas Cak Thoriq.
Selanjutnya, keempat bakal calon akan mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK). Proses tersebut meliputi tes psikologi, wawancara, serta penilaian akademis lain yang dilakukan secara profesional.
“Semua kandidat wajib menjalani UKK sebelum diputuskan DPP,” jelasnya.
Sementara itu, Sekjen DPP PKB Hasanuddin Wahid menekankan, Muscab bukan sekadar memilih ketua. Menurutnya, agenda utama adalah membentuk tim kepemimpinan yang solid.
“PKB tidak bertumpu pada satu figur. Kekuatan ada pada tim yang solid dan melayani,” ujarnya.
Hasanuddin menjelaskan, prinsip kolektif kolegial menjadi dasar utama dalam menentukan kepengurusan. Struktur partai harus kuat dari tingkat DPC hingga unit terkecil dan mampu diterima masyarakat luas.
Selain itu, kandidat juga dituntut memiliki komitmen pada politik kehadiran dan pelayanan. Artinya, pemimpin harus hadir di tengah masyarakat setiap saat, bukan hanya menjelang pemilu.
“Pemimpin harus aktif dalam kehidupan masyarakat dan mampu memberi solusi atas persoalan warga,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan pentingnya integritas. Figur ketua harus menjadi pengurus yang mengurusi, bukan justru menjadi beban organisasi.
“Jangan sampai yang dipilih malah menjadi masalah bagi partai maupun daerah. Proses seleksi juga mencakup uji akademis dan penelusuran rekam jejak. PKB menggandeng perguruan tinggi untuk pelaksanaan tes psikologi dan kemampuan dasar, serta melakukan audit menyeluruh terhadap para kandidat,” pungkasnya.
Muscab VI ini dihadiri sebanyak 200 peserta dari unsur DPC, DPAC, badan otonom, dan kader partai. Hadir pula sejumlah pengurus pusat dan wilayah, serta anggota DPR RI Arzeti Bilbina.(Yanti)

