Lumajang -Ranuyoso
Pemerintah menggelontorkan anggaran cukup besar untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurut aktivis anti korupsi berdasarkan Intruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 dalam angka 3 Hurup (C) alokasi untuk setiap KDMP keseluruhannya sebesar Rp 3 miliar yang bersumber dari Pinjaman dari Himbara dengan Jaminan Dana Desa Selama 6 Tahun.
Perencanaannya, biaya yang disiapkan pemerintah untuk pembangunan setiap KDMP itu sebesar Rp 1,6 milyar dan sisanya untuk permodalan barang kebutuhan yang diperjual belikan.
Terkait pembangunan,menurut tokoh masyarakat Ranuyoso yang faham tentang politik pemerintah waktu di minta keterangan tentang program koperasi desa merah putih mengatakan " perkiraan anggaran dana 1.6 M dan keseluruhan 3 M harus benar benar di selesaikan dan itu sudah menjadi arahan dan langsung di pantau oleh BPK Prabowo Subianto agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat Indonesia ,
tokoh masyarakat menambahkan bahwa program Prabowo Subianto ini supaya bisa di jalankan Agar ekonomi masyarakat negara Indonesia berkembang dari tahun ke tahun ,visi misi Prabowo Subianto supaya negara Indonesia bisa kuat baik dari dalam maupun luar , dan salah satunya adalah program KDMP ini ,ujarnya tokoh masyarakat ,.
"Jadi di desa alun alun kecamatan ranuyoso kabupaten Lumajang dengan dana anggaran KDMP yang bernilai 1.6 M untuk tahap awal pembangunan "memang di gunakan dengan sungguh sungguh dan yang di andalkan adalah suatu percepatan dan kwalitas,.
lanjut ,awak media sempat minta keterangan dari seorang pelaksana /kontraktor proyek KDMP di desa alun alun "bahwa beliau ( pak JON ) kontraktor dari Surabaya , selalu menginginkan percepatan ,kwalitas ,serta mengandalkan alat berat bila perlu agar proyek KDMP tersebut bisa rampung atau selesai dalam kurun waktu singkat dalam 4 bulan ,dan sekarang beliau bersyukur bahwa dalam pengerjaan dalam kurun waktu 1 setengah bulan /2 bulan sudah tahap pengerjaan pemasangan besi,pemasangan rangka plafon dan lai lainnya ujarnya pak JON
dengan ini pak Jon juga menegaskan kepada para pekerja untuk bisa menyelesaikan proyek KDMP ini agar bisa rampung atau selesai dalam 4 bulan dari perkiraan yang sudah saya rencanakan, " saya mas memang akan selalu mengutamakan percepetan tapi dalam percepatan itu saya dan team (para pekerja ) yang paling nomer satu itu adalah kekuatan /kwalitas ,karena kwalitas itu adalah kunci suatu bangunan bisa kokoh ,kuat dan tahan lama,, dan saya optimis proyek KDMP ini akan sukses kalau di kelola dengan benar ,,tegasnya
pihak kodim dan kontraktor menyarankan sebelum pembagunan agar pihak desa berani memastikan proses perijinan jelas, mulai Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan atau mungkin Alih Fungsi Lahan jika masuk kawasan LSD terlebih LP2B.
"Dengan demikian serta Harus ada kepastian yang bertanggung jawab. Perlu juga di ketahui pembangunan gedung KDMP dan perlengkapannya nanti yang akan diserah terimakan ke desa kondisi kayak fungsi. Jangan sampai belum beroperasi ada insiden roboh dan maka dari itu kami pihak kodam,KOREM serta kodim bangunan KDMP (koperasi desa merah putih )harus kuat dan berkualitas ,.imbuhnya. (tim)
