Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Ruko di Graha Niaga Buduran Rusak, Warga Keluhkan Dampak Pembangunan Ponpes Al Khoziny


Liputan5news.com - Sidoarjo. Sejumlah rumah toko (ruko) di kompleks Ruko Graha Niaga, Buduran, Sidoarjo, mengalami kerusakan yang diduga dipicu aktivitas pembangunan Pondok Pesantren Al Khoziny. Proyek tersebut kini memasuki tahap pengerjaan tiang pancang.


Kasi Quality PT Waskita, Nugi Utama, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah mengerjakan struktur bawah bangunan. Ia menegaskan metode yang digunakan adalah sistem hidrolik, mengikuti aturan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang melarang penggunaan bor impack atau drop hammer pile dalam pengerjaan pondasi dalam.


“Metode pancang yang kami gunakan sesuai regulasi. Kami tidak memakai sistem palu berat, melainkan hidrolik. Minusnya, setiap kali tiang dimasukkan memang menimbulkan sedikit pergerakan tanah,” kata Nugi, Selasa (3/3/2025).


Ia menyebut progres pekerjaan sudah mencapai 80 persen dari total 100 titik tiang pancang yang direncanakan.


Terkait kerusakan ruko milik warga, Nugi memastikan PT Waskita tidak lepas tangan. Pihaknya telah bertemu pemilik ruko untuk menyampaikan komitmen melakukan perbaikan setelah pekerjaan struktur bawah selesai.


“Keramik di lantai atas dan kerusakan lain akan kami perbaiki. Namun tidak sekarang, supaya tidak bolak-balik kalau masih ada potensi kerusakan lanjutan,” ujarnya.


PT Waskita juga telah berkoordinasi dengan 22 pemilik ruko dan mendatangkan tim ahli untuk memverifikasi apakah kerusakan tersebut benar berasal dari aktivitas pembangunan.


Pembangunan struktur bawah ditargetkan rampung dalam dua minggu ke depan. Setelah itu, perbaikan kerusakan pada ruko akan langsung dikerjakan.


Secara keseluruhan, proyek pembangunan Ponpes Al Khoziny dengan nilai anggaran sekitar Rp120 miliar ditargetkan selesai pada Juli 2026.(Yanti)