Liputan5news.com - Sidoarjo. Sebanyak 203 siswi SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (SMAMDA) kelas XI mengikuti kajian muhasabah di Baitul Arqom usai melaksanakan sholat tarawih berjamaah. Rabu (11/3/2026) malam.
Kegiatan Baitul Arqom tahun 2026 dengan tema "Penguatan Aqidah dan Ibadah Menuju Kader Muhammadiyah Yang Beriman, Berilmu dan Santun di Tengah Tantangan Zaman" ini, bertujuan untuk membentuk siswa menjadi kader Muhammadiyah yang beriman, berilmu dan berakhlak serta mampu menghadapi berbagai tantangan zaman, termasuk dalam penggunaan media sosial.
Master Trainer Baitul Arqom tahun 2026 Tikno, S.Pd.I selaku pengkonsep materi Baitul Arqom SMAMDA 2 Sidoarjo menyampaikan bahwa Baitul Arqom merupakan istilah yang tidak asing di Muhammadiyah. Kenapa dikatakan Baitul Arqom karena menganut dari sahabat Arqom ketika Rasulullah berdakwah secara sembunyi - sembunyi di Makkah. Karena intimidasi dari kafir Quraisy di Makkah pada waktu itu Rasulullah dakwahnya di rumah sahabat Arqom makanya disebut Baitul Arqom, Baitul artinya rumah dan Arqom itu sahabat Arqom. Mengambil dari istilah itu kemudian di Muhammadiyah terkenal dengan Baitul Arqom.
"Baitul Arqom di SMAMDA ini setiap tahun dilakukan. Untuk kelas X dilakukan selama dua hari tanpa bermalam, untuk kelas XI laki - laki dilakukan selama 3 hari 2 malam dengan bermalam dan untuk kelas XI perempuan dilakukan selama 3 hari 2 malam dengan bermalam. Untuk materipun juga berbeda, untuk materi kelas XI jauh lebih luas dari pada materi kelas X. Materi yang kita berikan komplek sekali diantaranya materi bid'ah, keimanan, ibadah, fikih, akhlak. Dan itu juga ada materi yang berbeda antara laki - laki dan perempuan. Kalau materi perempuan itu fikih isyaiyah yakni pengetahuan - pengetahuan terkait dengan kewanitaan diantaranya terkait haid dan nifas, untuk menghilangkan hadas besarnya itu apa yang harus dilakukan yang disebut Toharoh. Toharoh itu meliputi wudlu, tayamum, mandi junub. Hadas kecil bisa dihilangkan dengan wudlu dan untuk hadas besar bisa kita hilangkan dengan mandi junub, semua itu akan kita berikan kepada peserta putri. Untuk peserta laki - laki kemarin kita berikan tentang fikih syahwat yaitu bagaimana menahan melakukan hal - hal yang tidak baik, diantara mengendalikan diri dari miras, rokok, narkoba itu tentunya akan merugikan diri siswa itu sendiri makanya kita ajarkan secara mendalam terkait fikih syahwat. Realita akibat dari merokok, minum miras dan narkoba kita sampaikan kepada para siswa sehingga siswa sadar diri bahwa hal - hal tersebut memang harus dijauhi dan ditinggalkan," jelasnya.
Lanjut Tikno, kemudian terkait adap bermedsos juga kita sampaikan, karena akibat benda sekecil hp ini bisa mengakibatkan orang dipenjara, bertengkar, dibunuh orang, jika hp sekecil ini tidak digunakan dengan baik (beradap dan beretika). Untuk itu kami mengajarkan kepada para siswa dan siswi agar menggunakan hp dalam bermedsos dengan baik. Sekarang yang lagi viral orang banyak terlibat dengan judol dan pinjol, itu juga kita berikan edukasi kepada anak - anak agar tidak terlibat atau terjerumus dalam kedua hal tersebut.
"Materi terakhir ditutup dengan materi muhasabah diri yakni sadar diri dan tahu fungsi, siapa saya dan saya hidup ini fungsinya untuk apa. Selain itu juga ada edukasi berbakti kepada orang tua, pada jaman sekarang ini banyak kita jumpai anak - anak muda itu kurang menghargai orang tua baik segi tutur bahasa maupun perilaku. Hal itulah yang menggugah kami untuk memberikan materi berbakti kepada orang tua," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan untuk evaluasi perubahan sikap dan perilaku siswa usai mengikuti Baitul Arqom bisa kita lakukan di sesi penutupan. Para siswa yang sudah mengikuti Baitul Arqom ini akan mendapatkan sertifikat dengan berbagai kriteria dan ke depannya akan kita lakukan pemantauan. Jika para siswa dan siswi tidak bersikap sesuai dengan materi di Baitul Arqom maka kami akan mencabut sertifikat kelulusan tersebut.
Tikno menegaskan melalui kegiatan Baitul Arqom ini, kami berharap siswa dan siswi SMAMDA ini jika kelak nanti lulus tidak hanya mendapatkan ijazah akademik tetapi juga mendapatkan pembinaan keagamaan sebagai bekal di masa depan, baik dunia maupun akhirat.
Sementara itu salah satu siswi peserta Baitul Arqom bernama Santi Wijaya dari kelas XI menyampaikan dengan mengikuti Baitul Arqom saya menjadi lebih tertib dan disiplin dalam mengatur waktu untuk melakukan ibadah, karena jika dalam Baitul Arqom kita terlambat dalam melakukan kegiatan maka kita akan mendapatkan kriteria pelanggaran.
"Dengan adanya Baitul Arqom ini juga bisa menambah ilmu tentang akhlak dan keimanan sebagai modal kita di masa depan," pungkasnya. (Yanti)

