LUMAJANG, LIPUTAN5NEWS.COM –
Pabrik Gula (PG) Jatiroto, yang merupakan salah satu pabrik gula terbesar di Kabupaten Lumajang, kini menjadi sorotan setelah ditemukan dugaan kuat berbagai pelanggaran aturan. Mulai dari pembuangan limbah yang berdampak negatif bagi masyarakat sekitar, penggunaan boiler dengan status izin yang dipertanyakan, hingga dugaan penggunaan solar subsidi dan permainan harga yang dirugikan para petani tebu.
Tim Media Kawasan Perdagangan Wilayah (Kaperwil) Jawa Timur yang melakukan penyelidikan menemukan beberapa poin dugaan pelanggaran sebagai berikut:
1. Penggunaan boiler: Status izin penggunaan peralatan boiler di pabrik tersebut belum jelas dan menjadi pertanyaan besar.
2. Dugaan penggunaan solar subsidi: Diduga menggunakan solar subsidi yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku dari pemerintah.
3. Permainan harga: Banyak petani tebu merasa dirugikan karena harga yang diterima dari pabrik tidak sebanding dengan kenaikan harga gula di pasar yang terjadi secara drastis.
4. Pembuangan limbah: Limbah yang dibuang pabrik diduga selalu memberikan dampak negatif bagi warga sekitar, namun masyarakat enggan untuk mengajukan protes karena dugaan dukungan pabrik dari pihak penguasa, Asosiasi Pengusaha Gula (APG) – sebelumnya disebutkan sebagai APH – serta beberapa lembaga terkait.
Hingga saat ini, tim Kaperwil Jawa Timur telah melakukan upaya konfirmasi berkali-kali kepada pihak yang bertanggung jawab di PG Jatiroto, namun tidak pernah mendapatkan tanggapan apapun. Bahkan, nomor kontak yang digunakan untuk menghubungi pihak pabrik dinyatakan telah diblokir.
"Konfirmasi kami seolah dianggap angin lalu. Hal ini diduga karena pabrik tersebut selalu mendapatkan dukungan dari oknum penguasa, APG, dan lembaga terkait, sehingga mereka berani melakukan tindakan yang diduga menyalahi aturan," ungkap perwakilan tim.
"Terreal! Kami akan terus mengawal kasus dugaan kecurangan ini hingga mendapatkan klarifikasi yang jelas. Sampai berita ini tayangkan, pihak penanggung jawab PG Jatiroto masih belum memberikan tanggapan apapun terhadap dugaan-dugaan yang kami kemukakan," tambahnya.(Tim)
