Pasuruan, Liputan5news.com -Dinas Sumber Daya Air (SDA) propinsi Jawa Timur pada satuan kerja UPT.PSDA WS Welang PEKALEN Pasuruan kembali melakukan pengadaan bahan bangunan tiap tahun , namun lokasi proyek tidak disebutkan dalam announcement pengadaan pada rencana umum pengadaan (RUP). Hal ini memicu kekhawatiran akan adanya penyimpangan dalam proses pengadaan.
"Ini sangat aneh, bagaimana bisa pengadaan bahan bangunan tanpa ada keterangan lokasi proyek? Serta pengadaanya pun selalu berulang hampir tiap tahun dengan nominal yang hampir sama sekitar dua (2) miliar lebih.Ini sangat tidak transparan," kata aliansi masyarakat untuk transparansi anggaran (AMSTA) ,Hasim Ashari.
Pengadaan bahan bangunan di Dinas SDA pada UPT.PSDA WS Welang pekalen Pasuruan ini dilakukan secara berulang setiap tahun, namun tidak ada kejelasan tentang lokasi proyek yang akan dikerjakan. Hal ini memicu dugaan bahwa pengadaan ini hanya untuk kepentingan tertentu.
"Kami meminta Dinas SDA untuk menjelaskan lokasi proyek dan tujuan pengadaan bahan bangunan ini. Kami juga meminta KPK untuk mengawasi proses pengadaan ini," tambah Hasim.
Diketahui pada rencana pengadaan umum (RUP) tahun 2025 dengan kode ,61407517 terdapat paket belanja bahan bahan bangunan dan konstruksi pada UPT.PSDA WS Welang pekalen Pasuruan dengan spesifikasi pekerjaan pengadaan pasir Lumajang,batu split ,bata merah ,besi 12 meter,paku ukuran 5-12 cm,pipa PVC 4 inch,papan kayu 3x20 cm ,balok kayu 5x7cm x3 m dengan total pagu ,Rp.2.078.345.500.
pengadaan bahan bahan bangunan ini pun kembali berulang pada tahun 2026 dengan kode RUP ,64332490 paket pekerjaan yang sama yakni "belanja bahan bahan bangunan dan konstruksi (UPT.psda Welang pekalen Pasuruan)dengan spesifikasi pekerjaan perkuatan tebing dan tanggul sungai ,nilai pagu sebesar Rp.2.173.913.000,dimana pada pengadaan tersebut juga sama tidak disebutkan titik lokasi pekerjaanya.
Menanggapi tentang tidak adanya titik lokasi pada pengadaan bahan bangunan serta dugaan tumpang tindih pekerjaan,pihak UPT.PSDA WS Welang pekalen Pasuruan melalui bidang sarana prasarana,Nur Hasan pada media ini memberikan keterangan bahwa titik lokasi sudah di kroscek dan disampaikan pada Musrenbang masing masing kota dan kabupaten.
"Untuk lokasi pekerjaan sudah di cross check dan disampaikan dalam tiap tiap Musrenbang Kota/Kabupaten serta tidak ada yang tumpang tindih. ungkapnya (27/3).(Ze)
