Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Genangan Air Rutin Menggenangi Jalan Pantura Perbatasan Probolinggo-Pasuruan, Warga Keluhkan Tak Ada Solusi


 
Liputan5News.com - 

Jalan Pantura yang menghubungkan wilayah Probolinggo dan Pasuruan terus menghadapi masalah genangan air setiap kali musim hujan tiba. Kurangnya drainase di kedua sisi jalan menjadi penyebab utama terjadinya genangan yang menggenangi separuh bagian jalan antara desa Curahtulis dan desa Tambak rejo kecamatan Tongas Kabupaten Probolinggo.  

Warung bengkel sepanjang jalan ini terdampak dengan genangan air ini. Ketinggian air genangan rata-rata mencapai 30 cm dan terkadang bisa bertahan hingga dua hari sebelum benar-benar surut, terutama di masa puncak musim hujan seperti saat ini. Kondisi ini membuat aktivitas pengguna jalan terganggu dan bahkan membahayakan keselamatan.
 
"Masyarakat yang beraktivitas di jalan ini harus ekstra hati-hati, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak yang sedang dalam perjalanan sekolah. Jalan menjadi licin dan ada risiko cipratan dari kendaraan yang melintas," ujar salah satu warga yang sering menggunakan jalan tersebut, yang dikenal sebagai Mas Mosok.
 
Menurut Mas Mosok, masalah genangan ini sudah berlangsung bertahun-tahun namun belum mendapatkan perhatian dan solusi yang jelas dari pihak pemerintah daerah maupun pusat. "Saya sendiri melewati jalan ini hampir tiga kali sehari, tapi masalahnya terus berulang tanpa ada tindakan nyata," tambahnya.
 
Masyarakat berharap Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur serta terkait di Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Pasuruan segera mengambil langkah konkret, seperti membangun sistem drainase yang memadai atau membersihkan saluran air yang tersumbat, agar masalah genangan bisa teratasi secara tuntas.(tim)