Probolinggo | Liputan5News.com
Miris melihat kondisi infrastruktur di wilayah pedesaan. Warga Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, terpaksa memperbaiki jalan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Probolinggo secara swadaya melalui iuran masyarakat, Selasa (17/2/2026).
Perbaikan dilakukan dengan cara patungan uang serta gotong royong membawa material seperti pasir, agregat, semen, dan paving blok. Jalan yang diperbaiki diperkirakan sepanjang kurang lebih 50 meter dan pengerjaannya masih akan berlanjut pada hari berikutnya.
Salah satu warga yang ditemui wartawan Liputan5News.com mengatakan, perbaikan dilakukan karena jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, terutama mengangkut hasil panen.
“Jalan ini milik Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo. Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan dan informasi ke pihak dinas, namun belum ada perbaikan, sehingga warga akhirnya memperbaiki secara swadaya agar memiliki jalan yang layak,” ujarnya.
Menurut warga, sebelumnya pihak pemerintah daerah, termasuk Bupati dan Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo, sempat meninjau lokasi pada tahun lalu dan menjanjikan perbaikan pada Juni 2026. Namun, baru-baru ini warga menerima informasi bahwa perbaikan diundur hingga tahun 2027.
Pak Kijun, salah satu perangkat Desa Sapih, membenarkan adanya informasi tersebut.
“Tahun lalu pihak Bupati dan PUPR sudah meninjau lokasi dan berjanji akan memperbaiki pada Juni 2026. Namun, tadi pagi kami mendapat kabar bahwa perbaikan diundur sampai tahun 2027,” jelasnya.
Akibat belum terealisasinya perbaikan, masyarakat menggalang iuran yang hingga kini telah terkumpul sekitar Rp4 juta. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan seperti koral, paving blok, pasir, dan semen. Penggalangan dana masih terus dilakukan dan dipromotori oleh Sekretaris Desa Tonawar.
Warga menyebut, kerusakan jalan berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Banyak pengemudi enggan melintas karena khawatir terjadi kecelakaan, sehingga distribusi hasil panen menjadi terhambat.
Jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi warga Desa Sapih, baik untuk petani yang mengangkut hasil panen maupun bagi guru, bidan, pedagang, dan masyarakat yang beraktivitas dari dan menuju Kecamatan Lumbang.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi tersebut, mengingat pentingnya akses jalan bagi kelancaran perekonomian dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut.(has)
