Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Sukseskan Asta Cita Presiden, Dinas Pangan dan Pertanian Sidoarjo Gelar Optimalisasi Pemanfaatan Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan Menuju Kemandirian Pangan'


Liputan5news.com - Sidoarjo. Kabupaten Sidoarjo merupakan kabupaten dengan wilayah industri dan perdagangan yang cukup besar dan sedang berkembang. Seiring berkembangnya Kabupaten Sidoarjo, laju pertumbuhan penduduk pun semakin meningkat dan berdampak pada banyaknya alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan tenaga bidang pertanian semakin kurang diminati serta pengaruh iklim yang dapat mempengaruhi produksi pertanian sehingga berdampak pada penyediaan pangan domestik. 


Kondisi ketahanan pangan Kabupaten Sidoarjo di 18 Kecamatan pada umumnya ketersediaan pangan tidak merata sepanjang tahun, keterjangkauan pangan masyarakat tidak merata antar waktu dan antar wilayah, konsumsi pangan masyarakat yang belum beragam, bergizi dan aman, masih adanya pangan segar tidak aman beredar di masyarakat. 


Perlunya jaminan mutu pada pangan segar asal tumbuhan. Hal tersebut menjadi kendala/penghambat dalam ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo sehingga diperlukan kebijakan strategis mengoptimalkan pemanfaatan dana desa untuk ketahanan pangan dalam rangka menuju kemandirian pangan di Kabupaten Sidoarjo. 


Pengembangan usaha pertanian, perkebunan, perhutanan, peternakan, dan atau perikanan. Pengembangan pertanian keluarga, pekarangan pangan lestari, hidroponik atau bioponik. Pengolahan pasca panen berupa pengadaan alat teknologi tepat guna pengolahan pasca panen.



Untuk itu Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo menggelar kegiatan "Sinkronisasi dan Koordinasi Program Ketahanan Pangan Tahun 2025 di Kabupaten Sidoarjo" dengan tema "Optimalisasi Pemanfaatan Dana Desa Untuk Ketahanan Pangan Menuju Kemandirian Pangan', di Fave Hotel Sidoarjo. Senin (25/8/2025).


Turut hadir dalam acara tersebut bupati Sidoarjo yang diwakili Asisten Administrasi Perekonomian dan pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Mahmud, S.H., M.M., Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Dr. Eni Rustianingsih, S.T., M.T., Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa, M. Muflik, Direktur Utama Bank Delta Arta Sidoarjo, Sofia Nurkrisnajati Atmaja, para Kepala Desa, para pendamping desa. 


Dalam sambutannya Bupati Sidoarjo H. Subandi yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, Muhammad Mahmud, S.H., M.M., menyampaikan salah satu misi Asta Cita yaitu memantapkan sistim pertahanan keamanan negara dan mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangab, energi, air, ekonomi kreatif, ekonomi hijau dan ekonomi biru. Maka komoditi tanaman pangan khususnya padi memiliki peranan pokok sebagai pemenuhan kebutuhan pangan.

         

"Untuk menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan inflasi, pemerintah melakukan upaya seperti penyaluran bantuan pangan untuk menjaga daya beli dan stabilitas harga pangan, terutama pada komoditas yang penting seperti beras," ucapnya. 


 

Lanjut Mahmud stabilitas harga pangan ini dapat dicapai salah satunya dengan pemenuhan terhadap ketersediaan bahan pangan pokok terutama beras. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 2,1 juta, kebutuhan beras sebesar 219.759 ton, sedangkan beras yang tersedia sebesar 230.558 ton. Hal ini menunjukan ketersediaan beras yang cukup untuk masyarakat di Kabupaten Sidoarjo.


"Supaya ketersediaan beras dalam kondisi yang cukup maka pemerintah juga harus memperhatikan kegiatan pasca panen. Salah satu upaya pemerintah yang dilakukan adalah bekerja sama dengan para produsen beras atau industri kecil beras dan BUMDesa untuk mendukung program pemerintah dalam ketahanan pangan," jelasnya.  


Masih kata Mahmud BUMDesa memiliki peran krusial dalam mewujudkan ketahanan pangan di tingkat desa yaitu menjadi motor penggerak ekonomi desa khususnya di sektor pangan dengan mengelola berbagai kegiatan yang mendukung produksi, pengolahan dan distribusi serta ketersediaan pangan lokal. Memperpendek rantai pasok dan mengendalikan harga. Peningkatan akses dan pemberdayaan penyediaan pangan pokok yang terjangkau, mengendalikan inflasi bahan pokok pangan. 


"Saya yakin dengan komitmen dan kerja sama yang baik, kita dapat menciptakan sistim pangan yang lebih tangguh, mandiri dan berkelanjutan bagi masyarakat Sidoarjo," pungkasnya.


Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Dr. Eni Rustianingsih, S.T., M.T., menyampaikan hari ini awal mula terjadinya sinergi dari dinas PMD. Tujuan kami adalah pertama mencegah terjadinya inflasi. Kedua untuk menggerakkan BUMDes kita yang 20 persen anggaran ketahanan pangan bisa dilakukan secara optimal. 


"Hari ini kita lakukan MOU bersama antara kelompok tani yang akan menanam dan BUMDesa yang akan mengambil hasil pertanian dan lembaga penggilingan yang mengambil gabahnya untuk di jadikan beras. Beras itu kemudian disalurkan ke BUMDesa, dari BUMDesa beras bisa di jual ke masyarakat dan ke MBG," ungkapnya. 


Lanjut Eni kegiatan ini di hadiri oleh 10 BUMDesa, 10 Kelompok Tani dan lembaga penggilingan, ini merupakan kelompok yang sudah siap. Bagi kelompok yang belum siap kami tidak bisa memaksakan. 


Tak ketinggalan, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa M. Muflik menyampaikan jenis ketahanan pangan yang dikelola BUMDesa itu banyak, yang biaya nya diambilkan dari 20 persen ketahanan pangan dari dana desa. 


"Jenis usaha BUMDesa untuk ketahanan pangan diantaranya ketahanan pangan perikanan ( budidaya dan pengolahan ikan ), ketahanan pangan peternakan ( penggemukan sapi, kambing, ayam potong, ayam petelur ), ketahan pangan pertanian ( penanaman padi, jagung, sayuran )," pungkasnya. 


Sementara itu Direktur Utama Bank Delta Artha yang turut menjadi Narasumber menyampaikan bahwa acara ini adalah kegiatan yang sangat bagus dalam rangka ketahan pangan yang melibatkan Desa, BUMDesa, Kepala Desa dengan harapan bisa berdampak langsung pada masyarakat melalui kontribusi peran masing - masing pihak.


"Kami dari Bank Delta Artha yang memiliki program prioritas KURDA dengan harapan bisa berkontribusi terhadap ketahanan pangan di Sidoarjo bisa dipercepat," pungkasnya. (Yanti)