PROBOLINGGO – Liputan5News.com
DPD LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Kabupaten Probolinggo di bawah pimpinan Sudarsono, S.H., mempertanyakan nasib tiga gedung Puskesmas yang telah selesai dibangun namun dibiarkan tidak ditempati selama hampir satu tahun. Anggaran yang digunakan mencapai miliaran rupiah, namun bangunan justru terbengkalai dan ditumbuhi rumput liar.
Ketiga puskesmas tersebut adalah:
1. Puskesmas Suko, Kecamatan Maron
2. Puskesmas Maron, Kecamatan Maron
3. Puskesmas Kuripan, Kecamatan Kuripan
Pembangunan ketiga gedung ini secara keseluruhan rampung pada akhir Desember 2025. Hingga Selasa, 22 September 2026, bangunan tersebut belum digunakan untuk pelayanan kesehatan sama sekali.
Sudarsono, S.H., menegaskan kondisi ini mencerminkan ketidakprofesionalan serta dugaan pemborosan anggaran pemerintah daerah.
"Dana yang berasal dari APBD Kabupaten Probolinggo bernilai miliaran rupiah, namun hasilnya bangunan kosong yang tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Hal ini terkesan Dinas Kesehatan hanya membuang-buang uang rakyat," ujarnya.
Pihaknya berencana melaporkan temuan ini ke Inspektorat Kabupaten Probolinggo, Kejaksaan Negeri, BPK RI Perwakilan Jawa Timur, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Anggaran itu berasal dari pajak kita semua. Namun oleh oknum dinas, hanya diwujudkan dalam bangunan yang tidak berguna — halaman puskesmas kini ditumbuhi rumput liar," tegas Sudarsono.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Heriawan Dwi Tamtomo, hanya menjawab singkat: "Iya mas, kami masih mengonfirmasi."
Jawaban ini dinilai belum memuaskan dan tidak menjelaskan alasan ketidaksempurnaan pemanfaatan gedung. DPD LIRA akan terus mengawal agar fasilitas kesehatan tersebut segera berfungsi atau dipertanggungjawabkan secara hukum.(tim)
