Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Sinergi Polisi dan Petani Kelola Lahan Jagung, Sukseskan Swasembada Pangan


Liputan5news.com - Sidoarjo. Polsek Balongbendo Polresta Sidoarjo menurunkan anggotanya untuk mendampingi petani, dalam pengelolaan lahan jagung hibrida seluas 21 hektare di Desa Kedungsukodani, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (27/6/2026).


Kegiatan dipimpin Panit Binmas Polsek Balongbendo Aiptu Ar. Maksum bersama Bhabinkamtibmas Desa Kedungsukodani Aiptu Widi Yayadi. Mereka melakukan pengecekan, pemantauan, sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar terus merawat tanaman jagung hingga masa panen.


Lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Among Karso 3 yang dikelola petani Karsid tersebut telah ditanami jagung Perkasa Hibrida dengan usia tanaman mencapai 68 hari. Penanaman ini merupakan bagian dari dukungan Polresta Sidoarjo terhadap program ketahanan pangan dan swasembada jagung tahun 2026.


Selain memastikan kondisi tanaman tumbuh dengan baik, anggota Polri juga memberikan semangat kepada para petani agar tetap konsisten melakukan perawatan secara intensif sehingga hasil panen dapat maksimal.


Kapolsek Balongbendo AKP Sunari mengatakan, kehadiran Polri di tengah para petani merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.


"Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir sebagai penggerak masyarakat dalam mendukung swasembada pangan. Kami akan terus mendampingi para petani mulai dari proses penanaman hingga panen agar hasilnya optimal," ujarnya.


Sementara itu, petani Karsid mengaku senang dan terbantu dengan pendampingan yang diberikan oleh jajaran Polsek Balongbendo.


"Kami merasa lebih bersemangat karena Bapak-bapak Polisi rutin datang melihat perkembangan tanaman kami. Pendampingan dan motivasi ini membuat kami semakin yakin untuk merawat jagung sampai panen nanti. Semoga hasilnya melimpah dan bisa mendukung ketahanan pangan," ungkap Karsid.


Melalui sinergi antara Polri dan kelompok tani, diharapkan lahan pertanian yang sebelumnya kurang produktif dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sidoarjo.(Titi)