Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Listrik Sering Padam di Desa Sapih Lumbang, Warga Keluhkan Layanan PLN Mobile


Probolinggo – liputan5news.com

Warga Desa Sapih, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, mengeluhkan seringnya terjadi pemadaman listrik di wilayah mereka. Bahkan pada tanggal 9–10 Maret 2026, listrik dilaporkan padam hampir 24 jam tanpa adanya penjelasan yang jelas dari pihak PLN.

Yang membuat warga semakin kecewa, saat melakukan pengecekan melalui aplikasi PLN Mobile, sistem justru menunjukkan bahwa tidak ada gangguan listrik di wilayah tersebut.

Salah satu warga berinisial F mengatakan, dirinya sudah melaporkan pemadaman tersebut melalui aplikasi PLN Mobile. Namun jawaban yang diberikan dinilai tidak memuaskan karena hanya menyebutkan bahwa tidak ada gangguan.
“Padahal listrik jelas padam lama, tapi di aplikasi jawabannya tidak ada gangguan,” keluhnya kepada wartawan liputan5news.com.

Warga juga mengaku kesal karena laporan pemadaman di aplikasi PLN Mobile tiba-tiba dibatalkan secara sepihak oleh petugas, tanpa sepengetahuan pelapor. Menurut warga, seharusnya pembatalan laporan hanya dapat dilakukan oleh pelanggan yang membuat laporan.
“Ini seperti akun pelanggan tidak aman, laporan bisa dibatalkan tanpa izin pelapor,” ujar warga.

Menurut warga setempat, pemadaman listrik di Desa Sapih bukan kejadian baru. Dalam satu bulan, pemadaman bisa terjadi sekitar empat kali, bahkan beberapa di antaranya berlangsung hingga lebih dari 10 jam.

Di bulan Maret 2026 saja, tercatat sudah tiga kali pemadaman, dan dua di antaranya berlangsung lebih dari 10 jam tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Saat dikonfirmasi wartawan, pihak Forkopimcam Lumbang melalui Bapak Camat Lumbang Budi Utomo, S.Sos., M.M. membenarkan bahwa pemadaman listrik di wilayah tersebut memang sering terjadi.
“Iya mas, benar kalau masalah padam listrik di Kecamatan Lumbang, khususnya Desa Sapih. 
Setiap ada pemadaman kami langsung melaporkan di grup, dan kebetulan di grup itu ada pihak PLN Kabupaten Probolinggo. Biasanya mereka merespon dengan mengatakan siap,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (10/3/2026).

Namun menurutnya, selama ini pihak kecamatan belum menyampaikan komplain lanjutan karena pihak PLN biasanya merespon laporan tersebut.
Seringnya pemadaman listrik ini berdampak pada berbagai pelayanan masyarakat. Pelayanan kesehatan menjadi terganggu karena tenaga medis harus menggunakan peralatan seadanya saat listrik padam.

Selain itu, pelayanan pemerintahan desa juga ikut terdampak. Banyak warga yang mengurus administrasi harus menunggu lama bahkan terpaksa pulang karena pelayanan tidak dapat dilakukan akibat listrik padam.

Warga berharap pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) dapat memberikan penjelasan yang transparan serta solusi agar pemadaman listrik yang sering terjadi di Desa Sapih tidak terus berulang.(tim)