Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

Jalan Nasional di Probolinggo Banyak Yang Rusak Parah, Tambal Sulam Diduga Minim Kualitas


Probolinggo | Liputan5News.com –

 Kondisi Jalan Nasional yang menghubungkan wilayah Kota Probolinggo dengan Kabupaten Probolinggo tepatnya dari timur lampu merah Pasar Wonoasih hingga perlintasan kereta api Jorongan, mengalami kerusakan parah. Jalan tersebut dipenuhi lubang dengan kedalaman mencapai sekitar 50 cm, bahkan batu-batu besar seukuran bola terlihat jelas di permukaan.

Kerusakan tersebut ditemukan di kedua sisi jalur, baik kiri maupun kanan, sepanjang ruas jalan dari lampu merah Wonoasih sampai perlintasan KA Jorongan. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang rentan terjatuh saat melintas.

Salah satu warga Pakistaji, Kecamatan Wonoasih, yang juga pedagang ikan asap, mengaku khawatir setiap kali melewati jalan tersebut.

“Iya mas, kalau jalan seperti itu mau lewat takut. Kalau roda motor sampai masuk ke lubang pasti jatuh. Tanggal 4 Februari 2026 kemarin ada orang jatuh di sini karena roda depannya masuk ke lubang,” ujarnya kepada awak media Liputan5News.com.

Ia juga menyampaikan bahwa sepanjang Februari 2026, jalan tersebut sudah beberapa kali dilakukan penambalan. Namun, tambalan tersebut tidak bertahan lama dan kembali rusak setelah turun hujan.

“Sudah sekitar empat kali ditambal bulan ini, tapi kalau habis ditambal besoknya hujan, bolong lagi. Entah aspalnya yang kurang bagus atau pekerjaannya dari pihak ketiga, jadi tidak kuat,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proses penambalan diduga menggunakan aspal dingin dengan kualitas yang kurang maksimal. Selain itu, proses pemadatan hanya menggunakan vibro berukuran kecil, sehingga tidak sebanding dengan beban kendaraan berat seperti truk dan bus yang setiap hari melintas di jalur nasional tersebut.

Warga berharap perbaikan dilakukan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam. Menurut mereka, perbaikan permanen sangat dibutuhkan demi keselamatan pengguna jalan.

Jika perbaikan hanya bersifat sementara dan tidak memperhatikan kualitas, maka kondisi jalan akan terus membahayakan masyarakat, khususnya pengendara roda dua yang paling berisiko mengalami kecelakaan.

Masyarakat berharap pihak terkait, khususnya instansi yang bertanggung jawab atas Jalan Nasional, segera melakukan perbaikan total dengan kualitas yang baik agar jalan kembali aman dan nyaman dilalui.(tim)