Update Terbaru

6/recent/ticker-posts

SPBU MASTRIP KOTA PROBOLINGGO DIPENUHI TENGKULAK: MOBIL PANTHER, KIJANG DAN MOTOR MODIFIKASI TANGKI KUASAI PASOKAN BBM SUBSIDI

 
PROBOLINGGO – Liputan5News.com
 
Antrean panjang terjadi setiap hari di SPBU nomor 5467219, yang berlokasi di Jalan Mastrip, Gang Kelapa Muda No. 3, sisi selatan Jalan Bundaran, Kota Probolinggo. Pasokan bahan bakar jenis Pertalite dan Solar subsidi didominasi kendaraan yang diduga milik penimbun: mobil Kijang, Panther, serta sepeda motor yang tangkinya dimodifikasi berkapasitas besar.
 
Pengamatan dilakukan awak media pada Sabtu pagi jam 08:00 (5/9/26)
 
Berdasarkan keterangan seorang sopir mobil Panther yang meminta identitasnya tidak dimuat, sekali pengisian dapat mencapai Rp400.000 dan dilakukan berulang-ulang hingga lima kali. Hal serupa terjadi pada pengendara motor yang tangkinya telah dimodifikasi, masing-masing mengisi sekitar Rp200.000 per kali dan berulang kali. Bahan bakar tersebut kemudian dijual kembali ke pertambangan atau usaha industri dengan harga di atas ketentuan subsidi.
 
Akibatnya, warga biasa, pegawai ASN, dan pekerja kantoran yang hendak berangkat kerja kesulitan mendapatkan BBM.
 
"Sudah antre lebih dari satu jam, giliran datang bensinnya habis. Hal ini sering saya alami," keluh seorang warga.
 
Senada disampaikan seorang pedagang peralatan dapur yang juga mengantre. "Lihat saja, lebih dari 20 mobil Panther dan Kijang antre, masing-masing mengisi ratusan ribu rupiah. Tentu cepat habis," ucapnya.
 
Warga mempertanyakan mengapa tidak ada tindakan maupun patroli dari pihak kepolisian, baik Polres Probolinggo Kota maupun Polsek setempat.
 
"Ini pelanggaran dan diatur hukum pidana, kenapa dibiarkan? Kalau dibiarkan, justru kami warga biasa yang menjadi korban," tegasnya.
 
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum segera menindak tegas praktik ini agar pasokan BBM subsidi dapat dinikmati secara adil oleh warga yang benar-benar membutuhkannya.(tim)