Probolinggo, Liputan 5nwes.com
23 Februari 2026 – Jalan kabupaten yang menghubungkan Desa Tanjung Rejo dan Desa Kelampok, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, dilaporkan mengalami kerusakan parah. Jalan yang sebelumnya telah menelan anggaran lebih dari Rp8 miliar tersebut kini sulit dilalui akibat aktivitas truk pengangkut material tambang galian C.
Menurut keterangan warga Desa Tanjung Rejo, kerusakan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir. Truk-truk bermuatan material galian C dari wilayah Desa Klampok dan Desa Pamatan, Kecamatan Tongas, disebut sering melintasi jalan desa dengan muatan berat setiap hari.
“Sudah beberapa bulan ini truk-truk pengangkut material galian C sering lewat jalan desa kami. Kami sudah beberapa kali meminta pihak perusahaan memperbaiki jalan, tapi perbaikannya hanya ditambal dengan tras saja,” ujar salah satu warga.
Aktivitas Warga Terganggu
Kerusakan jalan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Warga mengaku kesulitan membawa hasil pertanian ke pasar. Selain itu, anak-anak sekolah juga mengalami hambatan saat berangkat maupun pulang sekolah akibat kondisi jalan yang berlubang dan berlumpur.
Warga berharap Pemerintah Desa Tanjung Rejo dapat menindaklanjuti keluhan tersebut dengan meminta pertanggungjawaban perusahaan tambang agar melakukan perbaikan jalan secara menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.
Kompensasi Dinilai Tidak Seimbang
Sejumlah warga yang tinggal di sepanjang jalan terdampak mengaku sempat menerima kompensasi dari pihak tambang. Pada awalnya, kompensasi diberikan sebesar Rp50 ribu per bulan, namun kini disebut hanya Rp30 ribu per bulan dan tidak diterima secara merata oleh seluruh warga.
“Yang mendapatkan kompensasi hanya beberapa warga di sepanjang jalan dari utara tol Dusun Merico RT/RW 16/003. Tapi keluhan ini dirasakan hampir seluruh warga Tanjung Rejo. Uang itu pun tidak sebanding dengan gangguan yang kami rasakan setiap hari,” ungkap seorang ibu berusia sekitar 50 tahun kepada wartawan.
Harapan Warga
Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah serta pengawasan terhadap aktivitas tambang galian C agar tidak merugikan infrastruktur desa dan keselamatan warga. Mereka meminta perbaikan jalan dilakukan secara permanen dan menyeluruh demi kelancaran aktivitas ekonomi dan pendidikan di desa tersebut.(tim)
